Kualitas Udara Memburuk, Polres Kerinci Imbau Warga Gunakan Masker dan Waspadai Karhutla

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI – Masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi kabut asap yang mulai pekat dan berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.

Imbauan tersebut disampaikan Polres Kerinci sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan akibat buruknya kualitas udara.

Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops AKP Edi Mardi Siswoyo, S.E., M.M., meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas, terutama ketika berada di luar ruangan.

“Saat ini kualitas udara buruk. Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh wajib pakai masker. Lindungi diri, lindungi keluarga dan lindungi sesama,” ujar AKP Edi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Menurut AKP Edi, kondisi kabut asap yang semakin pekat perlu menjadi perhatian karena dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta mengambil langkah pencegahan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.

Baca Juga :  Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut 1 Muharam 1448 H, Ini 35 Ucapan Tahun Baru Islam Penuh Doa

Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, juga diimbau mendapatkan perhatian lebih. Begitu pula masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap asap.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan diri ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.

Polres Kerinci Ingatkan Bahaya Karhutla

Selain mengimbau masyarakat menjaga kesehatan, Polres Kerinci juga mengingatkan pentingnya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

AKP Edi menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan membuka lahan pertanian maupun perkebunan dengan cara membakar.

“STOP KARHUTLA! Warga Kerinci, buka lahan jangan dibakar. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan perkebunan maupun pertanian dengan cara dibakar,” tegasnya.

Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat. Pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan mendukung penyebaran api serta asap.

Kabut Asap Tetap Jadi Perhatian Bersama

AKP Edi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, kabut asap yang dirasakan masyarakat saat ini bukan berasal dari wilayah Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Hadiah Umroh Jadi Kado Ramadhan di MTQ Talang Lindung dari PT Tren Gen Horizone

Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Polres Kerinci mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan segera meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Masyarakat juga diharapkan dapat ikut mencegah potensi kebakaran dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

“Lindungi diri, lindungi keluarga, lindungi sesama. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla demi kesehatan dan keselamatan masyarakat,” pungkas AKP Edi.

Imbauan untuk Masyarakat

Untuk menghadapi kondisi kabut asap, masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh diimbau:

  • Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
  • Mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak diperlukan.
  • Memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan lansia.
  • Menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun lahan.
  • Tidak membuka lahan perkebunan dan pertanian dengan cara membakar.
  • Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan yang memburuk akibat paparan asap.

Kewaspadaan masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi dampak buruk kabut asap sekaligus mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla.

Berita Terkait

DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta
Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah
Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan
Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak
Mantan Wartawan dan Mantan Anggota DPRD, Calon Kuat Dirut PDAM Kerinci. Ini Profilnya
Buyer Eropa Bidik Kayu Manis Kerinci, Peluang Ekspor Langsung Terbuka
Pipa Induk Bocor, Perumda Tirta Sakti Hentikan Sementara Aliran Air di Siulak hingga Semurup
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:02 WIB

DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sungai Penuh dan Kerinci Tak Masuk Daftar Bantuan Karhutla Rp85 Miliar, Dedi Dora: Kita Hanya Menikmati Asapnya

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Lancar, Langkah Wako Alfin Bantu Selamatkan Roda Ekonomi Tiga Wilayah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Warga Apresiasi Pemkot Sungai Penuh, Bantuan Dua Alat Berat Bantu Lancarkan Jalan Sungai Penuh–Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Jalan Sungai Penuh–Tapan Belum Bisa Dilewati Pagi Ini, Mobil Menumpuk di Jangki Ayam dan Puncak

Berita Terbaru