JAKARTA — Perjalanan hidup Khairun Nisa (23), warga Muara Kuang, Sumatera Selatan, berbalik arah setelah ia viral karena menyamar sebagai pramugari Batik Air. Alih-alih mendapat hukuman, Nisa justru memperoleh peluang besar: pendidikan pramugari gratis dari Aeronef Academy di Kediri, Jawa Timur.
Kabar baik itu diumumkan langsung oleh Aeronef Academy melalui unggahan Instagram mereka pada Selasa (13/1/2026). Mereka menilai tekad Nisa untuk membahagiakan keluarganya sangat kuat dan patut dibantu agar berada di jalan yang benar.
Aeronef: “Semangatnya Layak Mendapat Kesempatan Baru”
Dalam unggahannya, Aeronef menyampaikan bahwa kisah Nisa telah mengetuk hati banyak orang, termasuk tim mereka.
“Perjuangan Kak Nisa untuk membahagiakan orang tuanya membuat kami tergerak. Kami ingin memberinya kesempatan untuk meraih mimpi menjadi pramugari dengan jalur resmi,” tulis Aeronef Academy.
Mereka memastikan bahwa beasiswa tersebut mencakup pendidikan penuh, pelatihan teknis, hingga sertifikasi resmi pramugari.
Aksi Penyamaran di Pesawat yang Berujung Sorotan Nasional
Nama Nisa mencuat setelah ia membuat video permintaan maaf atas tindakannya menyamar sebagai awak kabin Batik Air dalam penerbangan Palembang–Jakarta pada 6 Januari 2026.
Ia mengaku menggunakan seragam dan atribut pramugari, meski bukan pegawai maskapai tersebut.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada Batik Air dan Lion Group. Pernyataan ini saya sampaikan tanpa paksaan,” ujar Nisa dalam videonya.
Momen itu viral di media sosial, mengundang reaksi beragam dari publik.
Peluang Baru Setelah Viralnya Kisah Nisa
Meski tindakannya sempat menuai kritik, banyak netizen kemudian menunjukkan simpati. Mereka melihat Nisa sebagai anak muda yang memiliki mimpi besar namun terbatas akses.
Kini, kesempatan itu datang dari arah yang tidak disangka. Dengan beasiswa dari Aeronef Academy, Nisa berpeluang mengubah hidupnya dan meraih mimpi yang selama ini hanya bisa ia bayangkan.








