Kerinci-Kabupaten Kerinci, Jambi, mulai memperkuat perannya sebagai sentra bawang putih untuk mendukung kebutuhan pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Kerinci menargetkan penanaman bawang putih seluas 100 hektare pada 2026.
Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., mengikuti penanaman bawang putih serentak di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kayu Aro, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan percepatan swasembada bawang putih nasional.
Target Kerinci mencapai 100 hektare dari total 110 hektare yang ditetapkan untuk Provinsi Jambi. Sementara itu, Kabupaten Merangin mendapat target 10 hektare.
Besarnya target Kerinci menunjukkan posisi strategis wilayah tersebut dalam pengembangan komoditas bawang putih di Jambi. Dengan dukungan lahan pertanian dan petani, produksi dari Kerinci diharapkan dapat berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Gerakan penanaman tersebut juga melibatkan Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, jajaran Forkopimda, kelompok tani, serta masyarakat. Penanaman dilakukan secara serentak dan terhubung secara virtual bersama Menteri Pertanian RI dan Kapolri.
Sebelum penanaman, Polda Jambi menggelar bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para petani. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan terhadap masyarakat yang terlibat langsung dalam sektor pertanian.
Bagi Kerinci, pengembangan bawang putih bukan hanya soal meningkatkan luas tanam. Komoditas tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi pertanian sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pemasok pangan dari Jambi untuk kebutuhan nasional.
Bupati Kerinci Monadi mengajak petani untuk terus mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan. Dengan peningkatan produksi, kualitas hasil panen, dan dukungan pemerintah, Kerinci diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu daerah pemasok bawang putih nasional.
FAQ Bawang Putih Kerinci
1. Berapa target penanaman bawang putih di Kabupaten Kerinci?
Kabupaten Kerinci mendapat target penanaman bawang putih seluas 100 hektare pada 2026.
2. Di mana penanaman bawang putih dilakukan?
Penanaman dipusatkan di Desa Tanjung Bungo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.
3. Apakah Kerinci akan menjadi pemasok bawang putih nasional?
Kerinci diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai sentra produksi dan pemasok bawang putih guna mendukung kebutuhan nasional.
4. Berapa target penanaman bawang putih Provinsi Jambi?
Provinsi Jambi mendapat target penanaman bawang putih seluas 110 hektare, terdiri dari 100 hektare di Kerinci dan 10 hektare di Merangin.
5. Mengapa Kerinci berpotensi menjadi sentra bawang putih?
Kerinci memiliki kawasan pertanian dataran tinggi, termasuk Kayu Aro, yang dapat dikembangkan untuk budidaya bawang putih.
6. Apa tujuan pengembangan bawang putih di Kerinci?
Pengembangan bawang putih bertujuan meningkatkan produksi daerah, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.
7. Siapa yang mengikuti penanaman bawang putih di Kerinci?
Kegiatan diikuti Bupati Kerinci Monadi bersama Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 042/Gapu, Forkopimda, kelompok tani, dan masyarakat.
8. Kapan penanaman bawang putih serentak dilaksanakan?
Penanaman dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagai bagian dari penanaman serentak di 17 provinsi.
9. Apa manfaat bagi petani Kerinci?
Jika produksi dan pemasaran berkembang, bawang putih dapat menjadi komoditas pertanian bernilai ekonomi yang membuka peluang peningkatan pendapatan petani.
10. Apakah produksi Kerinci bisa memenuhi kebutuhan bawang putih nasional?
Target 100 hektare menjadi langkah awal untuk memperbesar produksi. Kemampuan memenuhi kebutuhan nasional tetap bergantung pada produktivitas, kualitas hasil, perluasan lahan, kontinuitas produksi, dan pemasaran. (Tim)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









