Kenduri Sko dan Karamentang, Warisan Budaya Kerinci yang Terus Dilestarikan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH – Kenduri Sko merupakan salah satu warisan budaya terbesar masyarakat Kerinci yang hingga kini terus dilestarikan. Tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen, sekaligus momentum memperkuat persatuan dan menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur. Di setiap pelaksanaannya, Kenduri Sko selalu menghadirkan berbagai prosesi sakral yang sarat makna budaya dan sejarah.

Salah satu simbol utama dalam Kenduri Sko adalah Karamentang. Bagi masyarakat adat Kerinci, Karamentang bukan sekadar panji yang dikibarkan, melainkan lambang kebesaran adat serta penanda resmi dimulainya rangkaian Kenduri Sko. Karamentang dipasang menjulang tinggi dan menjadi pusat perhatian masyarakat yang mengikuti seluruh prosesi adat. Kehadirannya mencerminkan kehormatan, persatuan, dan identitas suatu wilayah adat.

Di Kota Sungai Penuh, Kenduri Sko memiliki keterkaitan erat dengan Wilayah Adat Depati Nan Bertujuh yang menjadi bagian penting dalam sejarah masyarakat setempat. Tradisi ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara ninik mamak, tokoh adat, pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat. Melalui Kenduri Sko, nilai gotong royong, musyawarah, dan penghormatan kepada leluhur terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain sebagai tradisi adat, Kenduri Sko juga menjadi sarana pelestarian pusaka dan sejarah daerah. Dalam berbagai pelaksanaan Kenduri Sko, masyarakat biasanya menampilkan benda-benda pusaka yang memiliki nilai historis tinggi. Prosesi tersebut menjadi pengingat akan perjalanan panjang para pendiri negeri dan tokoh adat yang telah membangun peradaban Kerinci sejak masa lampau.

Baca Juga :  Menanti Wajah Baru Para 'Pembantu' Alfin - Azhar

Daya tarik Kenduri Sko tidak hanya dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah. Keunikan prosesi adat, penampilan kesenian tradisional, hingga pengibaran Karamentang menjadikan acara ini sebagai salah satu agenda wisata budaya yang selalu dinantikan. Kehadiran pengunjung turut memberikan dampak positif terhadap sektor usaha mikro, kuliner tradisional, penginapan, dan ekonomi masyarakat setempat.

Pelestarian Kenduri Sko juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai kalangan. Tradisi ini dinilai sebagai aset budaya yang memiliki nilai penting bagi identitas daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, keberadaan Kenduri Sko menjadi bukti bahwa masyarakat Kerinci tetap berkomitmen menjaga akar budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Tokoh adat berharap generasi muda terus terlibat dalam setiap pelaksanaan Kenduri Sko agar nilai-nilai budaya tidak hilang ditelan zaman. Keterlibatan pemuda dalam kegiatan adat menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan tradisi di masa depan. Dengan memahami makna Karamentang dan filosofi Kenduri Sko, generasi muda diharapkan mampu menjadi penjaga budaya Kerinci yang tangguh.

Baca Juga :  Bupati Monadi Hadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Ajak Masyarakat Lestarikan Adat

Kenduri Sko dan Karamentang bukan hanya simbol masa lalu, melainkan juga jembatan yang menghubungkan sejarah, budaya, dan masa depan masyarakat Kerinci. Melalui pelestarian yang berkelanjutan, warisan budaya ini diharapkan tetap hidup, dikenal luas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci serta Indonesia.

FAQ

Apa itu Kenduri Sko?
Kenduri Sko adalah tradisi adat masyarakat Kerinci sebagai bentuk rasa syukur, pelestarian budaya, dan penghormatan kepada leluhur.

Apa fungsi Karamentang dalam Kenduri Sko?
Karamentang merupakan panji adat yang menjadi simbol kebesaran adat dan penanda dimulainya rangkaian Kenduri Sko.

Mengapa Kenduri Sko penting bagi masyarakat Kerinci?
Karena menjadi sarana menjaga persatuan, melestarikan pusaka adat, dan mewariskan nilai budaya kepada generasi muda.

Apa manfaat Kenduri Sko bagi daerah?
Selain melestarikan budaya, Kenduri Sko juga mendorong pertumbuhan wisata budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.

Siapa yang terlibat dalam pelaksanaan Kenduri Sko?
Tokoh adat, ninik mamak, pemerintah daerah, pemuda, serta seluruh masyarakat adat di wilayah penyelenggara. (Fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh Berduka, Ucapan Bela Sungkawa Mengalir atas Wafatnya H. A. Bakri
Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh Molor, DPRD Ultimatum Kontraktor: Harus Rampung Oktober 2026
Antrean Solar Subsidi Disorot, DPRD Sungai Penuh Temukan Indikasi Penyalahgunaan
Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Soroti Peningkatan Kompetensi Perawat
Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif
Wako Alfin Temui Kementerian LH, Perjuangkan Status Bukit Khayangan agar Investasi dan Pariwisata Sungai Penuh Tak Terhambat
Dinanti Masyarakat : Wapres Gibran Dikabarkan Kunjungi Pasar Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh, Revitalisasi Rp40 Miliar Makin Nyata
Wabup Bungo Tiba-tiba Temui Wawako Sungai Penuh, Apa yang Mereka Bicarakan?
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:07 WIB

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh Berduka, Ucapan Bela Sungkawa Mengalir atas Wafatnya H. A. Bakri

Senin, 27 Juli 2026 - 21:35 WIB

Proyek Pasar Beringin Sungai Penuh Molor, DPRD Ultimatum Kontraktor: Harus Rampung Oktober 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 18:05 WIB

Antrean Solar Subsidi Disorot, DPRD Sungai Penuh Temukan Indikasi Penyalahgunaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:46 WIB

Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wako Alfin Soroti Peningkatan Kompetensi Perawat

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:24 WIB

Pedagang Usul Disperindag, Satpol PP dan Dishub Berkantor Bersama di Pasar Tanjung Bajure, Penertiban Dinilai Belum Efektif

Berita Terbaru

Teknologi

Casio Luncurkan A1000SP-7, Jam Vintage Premium Pakai Kaca Safir

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:00 WIB