Jakarta-Diabetes dapat menyerang wanita pada berbagai tahap kehidupan, mulai dari usia muda hingga lanjut usia. Namun, sebagian gejalanya sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau gangguan kesehatan ringan. Mengenali tanda-tanda sejak dini dapat membantu wanita memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Salah satu gejala diabetes pada wanita adalah sering merasa haus dan buang air kecil. Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat ginjal membuang lebih banyak glukosa melalui urine. Proses tersebut juga meningkatkan kehilangan cairan sehingga tubuh lebih mudah merasa haus. Jika keluhan terjadi terus-menerus, pemeriksaan gula darah perlu dipertimbangkan.
Gejala kedua adalah tubuh mudah lelah meskipun sudah cukup beristirahat. Diabetes dapat mengganggu kemampuan tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Akibatnya, sebagian orang merasa lemas atau kurang bertenaga saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Meski demikian, kelelahan juga dapat disebabkan anemia, kurang tidur, atau masalah kesehatan lainnya.
Tanda ketiga adalah rasa lapar yang meningkat meskipun sudah makan. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak menggunakan glukosa secara efektif. Sebagian wanita juga mengalami penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan atau aktivitas. Jika kedua keluhan muncul bersamaan, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis.
Gejala keempat berupa penglihatan kabur yang datang dan pergi. Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi cairan pada jaringan mata sehingga penglihatan berubah sementara. Keluhan ini tidak selalu berarti diabetes, tetapi sebaiknya diperiksa apabila berulang. Pemeriksaan medis membantu menentukan penyebab yang sebenarnya.
Tanda kelima adalah infeksi jamur pada area vagina yang terjadi berulang. Kadar glukosa tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi jamur pada sebagian wanita. Keluhan biasanya berupa gatal, kemerahan, iritasi, atau keputihan yang tidak biasa. Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan infeksi lain sehingga pemeriksaan diperlukan sebelum menentukan pengobatan.
Gejala keenam adalah infeksi saluran kemih yang berulang. Wanita dengan diabetes yang tidak terkontrol dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi tertentu. Keluhannya dapat berupa nyeri saat buang air kecil, rasa ingin berkemih terus-menerus, atau urine keruh. Jika disertai demam atau nyeri pinggang, segera cari pertolongan medis.
Tanda ketujuh adalah luka yang lambat sembuh, sedangkan tanda kedelapan berupa kulit kering atau gatal. Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu pembuluh darah dan meningkatkan risiko masalah kulit. Gejala kesembilan adalah gangguan menstruasi atau sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang berkaitan dengan resistensi insulin. Namun, PCOS bukan gejala pasti diabetes dan membutuhkan penilaian medis tersendiri.
Wanita yang mengalami beberapa gejala tersebut sebaiknya tidak langsung menyimpulkan dirinya mengidap diabetes. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan glukosa darah puasa atau HbA1c berdasarkan kondisi dan faktor risiko. Risiko diabetes tipe 2 juga berkaitan dengan riwayat keluarga, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, serta riwayat diabetes gestasional. Terapkan pola makan seimbang, rutin bergerak, dan lakukan pemeriksaan berkala sesuai anjuran tenaga medis untuk membantu menjaga kesehatan. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









