Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH — Jalur nasional yang menghubungkan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan Sungai Penuh, Jambi, lumpuh akibat longsor hingga Minggu (11/10/2026).

Kondisi ini mengancam distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan sembako ke Kota Sungai Penuh serta Kabupaten Kerinci. Sebanyak 14 mobil tangki BBM Pertamina dilaporkan terjebak bersama sejumlah truk dan pikap pengangkut kebutuhan pokok.

Longsor mulai terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Material tanah menimbun badan jalan di sejumlah titik sepanjang jalur Sako–Tapan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat hampir 24 titik longsor yang menghambat kendaraan.

“Dari malam tadi sampai sekarang belum bisa melewati jalan Sako–Tapan, karena hampir 24 titik tanah longsor menimbun badan jalan. Makanan pun sudah menipis,” ujar seorang pengendara, Minggu sore.

Stok Solar dan Pertalite Dilaporkan Habis

Terputusnya jalur distribusi mulai berdampak pada ketersediaan BBM di Sungai Penuh. Berdasarkan pantauan di dua SPBU, stok Solar dan Pertalite dilaporkan telah habis. Sementara itu, Pertamax masih tersedia dalam jumlah terbatas.

“Tinggal BBM Pertamax lagi, itu hampir habis,” ujar seorang manajer SPBU di Sungai Penuh.

Jika akses belum segera pulih, masyarakat berpotensi menghadapi kesulitan memperoleh BBM. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas transportasi, usaha, dan distribusi barang di Kerinci serta Sungai Penuh.

Harga Sembako Berpotensi Ikut Naik

Selain pasokan BBM, longsor juga menghambat pengiriman bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari. Distribusi ikan, sembako, dan komoditas lainnya berpotensi terganggu apabila jalur tersebut terus tertutup.

Terbatasnya pasokan dapat memicu kenaikan harga di tingkat pedagang. Namun, besaran dampak terhadap harga sembako masih perlu dipantau berdasarkan perkembangan distribusi dan ketersediaan barang di pasar.

Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tapan terkait kondisi jalan tersebut.

“Belum bisa dilewati,” kata IPTU Into Sujarwo saat dikonfirmasi.

Informasi lainnya menyebutkan sedikitnya tiga titik longsor menimbun badan jalan di kawasan Sungai Gambir dan Penadah, Kabupaten Pesisir Selatan. Belasan titik longsor berukuran lebih kecil juga dilaporkan berada di sepanjang jalur tersebut.

Baca Juga :  Innalillahi, H. Liberty Mantan Ketua DPRD Kerinci Tutup Usia, Tokoh PAN Berpulang

Dandim 0311/Pesisir Selatan bersama Wakil Bupati Pesisir Selatan dilaporkan telah meninjau lokasi longsor dan rumah warga terdampak banjir. Masyarakat yang hendak melintasi jalur Tapan–Sungai Penuh diimbau menunda perjalanan hingga petugas menyatakan jalan aman dilalui.

Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari petugas di lapangan. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan karena kondisi longsor dapat membahayakan keselamatan dan berisiko membuat kendaraan kembali terjebak.

 

Berikut versi berita yang sudah ditulis ulang untuk Kayonews.co.id, dengan fokus SEO, Google Discover, CTR, dan Google News. Fakta utama tetap mengacu pada naskah yang Anda kirim.

# Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

**SUNGAI PENUH** — Jalur nasional yang menghubungkan Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan Sungai Penuh, Jambi, lumpuh akibat longsor hingga Minggu (11/10/2026).

Kondisi ini mengancam distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan sembako ke Kota Sungai Penuh serta Kabupaten Kerinci. Sebanyak 14 mobil tangki BBM Pertamina dilaporkan terjebak bersama sejumlah truk dan pikap pengangkut kebutuhan pokok.

Longsor mulai terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Material tanah menimbun badan jalan di sejumlah titik sepanjang jalur Sako–Tapan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat hampir 24 titik longsor yang menghambat kendaraan.

“Dari malam tadi sampai sekarang belum bisa melewati jalan Sako–Tapan, karena hampir 24 titik tanah longsor menimbun badan jalan. Makanan pun sudah menipis,” ujar seorang pengendara, Minggu sore.

**Stok Solar dan Pertalite Dilaporkan Habis**

Terputusnya jalur distribusi mulai berdampak pada ketersediaan BBM di Sungai Penuh. Berdasarkan pantauan di dua SPBU, stok Solar dan Pertalite dilaporkan telah habis. Sementara itu, Pertamax masih tersedia dalam jumlah terbatas.

“Tinggal BBM Pertamax lagi, itu hampir habis,” ujar seorang manajer SPBU di Sungai Penuh.

Jika akses belum segera pulih, masyarakat berpotensi menghadapi kesulitan memperoleh BBM. Kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas transportasi, usaha, dan distribusi barang di Kerinci serta Sungai Penuh.

**Harga Sembako Berpotensi Ikut Naik**

Selain pasokan BBM, longsor juga menghambat pengiriman bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari. Distribusi ikan, sembako, dan komoditas lainnya berpotensi terganggu apabila jalur tersebut terus tertutup.

Baca Juga :  Mendagri Ajak Pemda dan Pemuda Bergerak Bantu Daerah Terdampak Bencana

Terbatasnya pasokan dapat memicu kenaikan harga di tingkat pedagang. Namun, besaran dampak terhadap harga sembako masih perlu dipantau berdasarkan perkembangan distribusi dan ketersediaan barang di pasar.

Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Tapan terkait kondisi jalan tersebut.

“Belum bisa dilewati,” kata IPTU Into Sujarwo saat dikonfirmasi.

Informasi lainnya menyebutkan sedikitnya tiga titik longsor menimbun badan jalan di kawasan Sungai Gambir dan Penadah, Kabupaten Pesisir Selatan. Belasan titik longsor berukuran lebih kecil juga dilaporkan berada di sepanjang jalur tersebut.

Dandim 0311/Pesisir Selatan bersama Wakil Bupati Pesisir Selatan dilaporkan telah meninjau lokasi longsor dan rumah warga terdampak banjir. Masyarakat yang hendak melintasi jalur Tapan–Sungai Penuh diimbau menunda perjalanan hingga petugas menyatakan jalan aman dilalui.

Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari petugas di lapangan. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan perjalanan karena kondisi longsor dapat membahayakan keselamatan dan berisiko membuat kendaraan kembali terjebak.

FAQ SEO

1. Mengapa jalur Tapan–Sungai Penuh lumpuh?

Jalur tersebut tertutup material longsor di sejumlah titik setelah hujan dan longsor dilaporkan terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

2. Berapa kendaraan tangki BBM yang dilaporkan terjebak?

Sebanyak 14 mobil tangki BBM Pertamina dilaporkan terjebak bersama sejumlah truk dan kendaraan pengangkut sembako.

3. Apakah stok BBM di Sungai Penuh masih tersedia?

Menurut laporan yang dikirimkan, Solar dan Pertalite di dua SPBU telah habis, sedangkan Pertamax masih tersedia secara terbatas. Kondisi terbaru perlu dikonfirmasi.

4. Apakah harga sembako akan naik?

Gangguan distribusi berpotensi mendorong kenaikan harga. Namun, perubahan harga aktual perlu dipastikan melalui pemantauan pasar.

5. Apakah jalan Tapan–Sungai Penuh sudah bisa dilewati?

Dalam laporan per Minggu, 11 Oktober 2026, jalur tersebut masih belum bisa dilewati. Pengendara perlu menunggu informasi terbaru dari petugas. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Modal Hampir 2 Kali Lipat
GOR H. Agus Salim Direkonstruksi, Mahyeldi Pastikan Proyek Rp400 Miliar Berjalan Sesuai Rencana
Mengapa Padang Tetap Diguyur Hujan Lebat saat Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
Longsor Lumpuhkan Jalur Padang-Painan, Akses Kembali Dibuka Setelah 3 Jam Pembersihan
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Selasa, 22 September 2026 - 01:04 WIB

Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh

Sabtu, 12 September 2026 - 15:00 WIB

Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana

Berita Terbaru

Ekonomi

Segini Gaji Ketua dan Anggota Ombudsman R

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:00 WIB