Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

TAPAN – Bupati Pesisir Selatan, Hendra Joni, mengingatkan masyarakat agar tidak ada lagi pencurian kayu di kawasan Bukit Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendra Joni saat meninjau lokasi banjir di Tapan. Ia mengingatkan bahwa pencurian kayu di kawasan perbukitan berpotensi memperparah risiko bencana.

“Ke depan ini tidak ada lagi pencurian kayu di bukit ini,” ujar Hendra Joni saat meninjau lokasi banjir.

Menurutnya, jika pencurian kayu terus berlangsung, dampak bencana yang lebih besar dapat mengancam kawasan tersebut.

“Kalau sekarang yang terdampak hanya ini saja. Kalau pencurian kayu masih berlangsung di bukit itu, habis semua ini,” katanya.

Baca Juga :  Klenteng Bersejarah Sejak 1841 di Padang Akan Direvitalisasi, Ini Harapan Wali Kota

Hendra Joni juga meminta masyarakat agar tidak takut melaporkan dugaan pencurian kayu yang masih terjadi di kawasan Bukit Tapan.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas apabila menerima laporan terkait aktivitas tersebut.

“Saya minta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada saya jika masih ada pencurian kayu di bukit ini. Kita akan ambil tindakan tegas,” ujarnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Siapa yang meminta pencurian kayu di Bukit Tapan dihentikan?

Bupati Pesisir Selatan, Hendra Joni, meminta agar tidak ada lagi pencurian kayu di kawasan Bukit Tapan.

2. Di mana lokasi yang menjadi perhatian Bupati Pesisir Selatan?

Lokasinya berada di kawasan Bukit Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga :  Zainal Arifin Jadi Sekda Baru Pesisir Selatan

3. Kapan Hendra Joni menyampaikan pernyataan tersebut?

Ia menyampaikan pernyataan itu saat meninjau lokasi banjir di Tapan.

4. Mengapa pencurian kayu di Bukit Tapan menjadi perhatian?

Menurut Hendra Joni, pencurian kayu yang terus berlangsung berpotensi memperbesar dampak bencana di kawasan tersebut.

5. Apa yang diminta Hendra Joni kepada masyarakat?

Ia meminta masyarakat tidak takut melaporkan dugaan pencurian kayu yang masih terjadi di kawasan Bukit Tapan.

6. Apa tindakan yang akan diambil jika pencurian kayu masih terjadi?

Hendra Joni menyatakan pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas jika menerima laporan terkait aktivitas tersebut. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?
Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor
Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik
Banjir Bandang Solok Terbaru: Kantor Bupati Terdampak, Jembatan Putus, Jalur Padang-Solok Lumpuh
Perubahan APBD Sumbar 2026 Berbasis Data, Gubernur Mahyeldi Fokus Percepatan Pemulihan Pascabencana
Perubahan APBD Sumbar 2026 Capai Rp6,61 Triliun, Belanja Modal Hampir 2 Kali Lipat
GOR H. Agus Salim Direkonstruksi, Mahyeldi Pastikan Proyek Rp400 Miliar Berjalan Sesuai Rencana
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Bupati Pessel Minta Tidak Ada Lagi Pencurian Kayu di Bukit Tapan

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:00 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sumatera Barat 12 Oktober 2026, Bagaimana dengan Jambi?

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Jalur Tapan–Sungai Penuh Lumpuh, 14 Mobil Tangki BBM Terjebak Longsor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Longsor di Perbatasan Sako–Tapan, Kendaraan Terjebak Berjam-jam di Jalur Jangki Ayam

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Harga Cabai Merah Mulai Merangkak Naik

Berita Terbaru

Teknologi

Samsung Galaxy A18 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp4,29 Juta

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:00 WIB