Kebiasaan Menabung Anak Sekolah Dinilai Penting Bangun Disiplin

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ist/net

Foto : Ist/net

KAYONEWS-Kebiasaan menabung pada anak usia sekolah dinilai penting untuk membangun disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak dini. Orang tua diimbau mulai mengenalkan pengelolaan uang saku kepada anak agar tidak terbiasa bersikap konsumtif, terutama di tengah meningkatnya pengeluaran harian anak sekolah.

Langkah awal yang dapat diterapkan adalah membiasakan anak menyisihkan sebagian uang saku sejak pertama kali diterima. Porsi yang disarankan berkisar antara 10 hingga 20 persen dari uang saku harian. Cara ini mengajarkan anak bahwa menabung merupakan prioritas, bukan sisa dari uang yang telah dibelanjakan.

Untuk mendukung kebiasaan tersebut, orang tua dapat menyediakan celengan atau membuka rekening tabungan khusus pelajar, seperti Simpanan Pelajar (SimPel). Media menabung yang sesuai usia dinilai mampu membantu anak lebih konsisten dalam menyimpan uang dan memahami konsep menabung secara bertahap.

Baca Juga :  SMA Taruna Nusantara IKN Siap Beroperasi 2026, Wapres Gibran Pastikan Infrastruktur Pendidikan Rampung

Selain itu, anak juga perlu diberikan pemahaman mengenai tujuan menabung. Target sederhana seperti membeli buku, perlengkapan sekolah, atau mainan tertentu dapat membantu anak belajar merencanakan keuangan dan menunda keinginan demi mencapai tujuan yang diinginkan.

Pengeluaran harian anak juga dapat ditekan dengan membiasakan membawa bekal dan botol minum dari rumah. Kebiasaan ini tidak hanya mengurangi uang jajan di sekolah, tetapi juga membuat sisa uang saku dapat dialokasikan untuk tabungan secara rutin.

Orang tua juga disarankan mengenalkan pencatatan keuangan sederhana kepada anak. Dengan mencatat uang masuk dan pengeluaran harian, anak akan lebih memahami penggunaan uang serta belajar bertanggung jawab terhadap setiap pengeluaran yang dilakukan.

Baca Juga :  British Academy International Fellowship 2026 Dibuka, Peluang Riset Bergengsi di Inggris

Uang receh sisa jajan yang kerap dianggap tidak bernilai sebaiknya tetap dikumpulkan. Jika dilakukan secara konsisten, uang receh tersebut dapat menjadi tabungan yang cukup berarti dan menanamkan pemahaman bahwa setiap nominal memiliki nilai jika dikelola dengan baik.

Sebagai bentuk dukungan, orang tua dapat memberikan apresiasi kepada anak yang konsisten menabung. Apresiasi sederhana seperti pujian dinilai efektif untuk memperkuat kebiasaan positif dan membantu anak membangun disiplin finansial sejak usia sekolah. (Net)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur
PKN STAN 2026 Segera Dibuka, Terbaru Ada 3 Jalur Masuk dan Kuota Tembus 1.000 Kursi
Jadwal dan Syarat PKDP Dosen PTKI 2026 Resmi Dibuka
Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026
Tes Calistung Dilarang untuk Masuk SD, Ini Aturan Terbarunya
Nasib Guru Non-ASN Tahun 2027, Ini Penjelasan Kemendikdasmen
4 Dosen UNJA Resmi Jadi Guru Besar, Momentum Penguatan Pendidikan Tinggi di Jambi
Pelatihan Desain Grafis Online Terbaik 2026 untuk Pemula
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:00 WIB

Efisiensi Anggaran, BGN Stop Paket Makanan MBG untuk Hari Libur

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:00 WIB

PKN STAN 2026 Segera Dibuka, Terbaru Ada 3 Jalur Masuk dan Kuota Tembus 1.000 Kursi

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:00 WIB

Jadwal dan Syarat PKDP Dosen PTKI 2026 Resmi Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:01 WIB

Pemerintah Pangkas Anggaran MBG 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:00 WIB

Tes Calistung Dilarang untuk Masuk SD, Ini Aturan Terbarunya

Berita Terbaru