JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah menetapkan jadwal perjalanan ibadah haji 2027. Keberangkatan pertama jemaah Indonesia dimulai pada 11 April 2027, sedangkan wukuf di Arafah dijadwalkan pada 15 Mei 2027.
Jadwal haji 1448 Hijriah atau 2027 Masehi tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026. Ketetapan ini menjadi pedoman penyelenggaraan haji, mulai dari keberangkatan hingga pemulangan jemaah.
Mengacu pada rencana perjalanan tersebut, jemaah mulai memasuki asrama haji pada 10 April 2027. Kemudian, gelombang pertama berangkat menuju Madinah pada 11–25 April 2027.
Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berangkat menuju Jeddah pada 26 April hingga 10 Mei 2027. Kedua gelombang tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemberangkatan jemaah Indonesia ke Tanah Suci.
Puncak ibadah haji berlangsung pada 15 Mei 2027 atau 9 Zulhijah 1448 Hijriah. Sehari sebelumnya, jemaah dijadwalkan bergerak dari Makkah menuju Arafah untuk menjalani rangkaian ibadah haji.
Berdasarkan kalender Ummul Qura Arab Saudi, Iduladha diperkirakan jatuh pada 16 Mei 2027. Selanjutnya, jemaah menjalani hari-hari Tasyrik pada 17–19 Mei 2027.
Untuk pemulangan, gelombang pertama dijadwalkan mulai kembali ke Indonesia pada 21 Mei 2027 melalui Jeddah. Sementara itu, pemulangan gelombang kedua dari Madinah dimulai pada 5 Juni 2027.
Kedatangan terakhir jemaah haji Indonesia diperkirakan berlangsung pada 20 Juni 2027. Meski jadwal telah ditetapkan, Kementerian Haji dan Umrah menyatakan penyesuaian masih mungkin terjadi mengikuti kebijakan pemerintah Arab Saudi. Jemaah diimbau memantau pengumuman resmi untuk memperoleh informasi terbaru. (Tim)
Editor : FANDA YOSEPHTA









