Indeks High Dividend 20 Menguat 4,93% Sejak Awal Tahun, Saham Royal Dividen Dinilai Menarik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indeks High Dividend 20 Menguat 4,93% Sejak Awal Tahun. Foto : Ist

Indeks High Dividend 20 Menguat 4,93% Sejak Awal Tahun. Foto : Ist

Jakarta – Indeks High Dividend 20 menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun 2026. Indeks yang berisi saham-saham dengan rekam jejak dividen tinggi tersebut tercatat menguat 4,93%, mencerminkan minat investor terhadap emiten berfundamental kuat dan stabil.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai saham-saham dalam indeks ini relatif menarik untuk diakumulasi. Menurutnya, mayoritas emiten High Dividend 20 memiliki volatilitas yang cenderung rendah.

“Selain itu, saham-saham tersebut umumnya memiliki fundamental yang baik serta potensi valuasi ke depan,” ujar Nico, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga :  Investor Asing Berbalik Jual, IHSG Ditutup Melemah Pekan Ini

Ia menjelaskan, strategi akumulasi sebaiknya difokuskan pada saham dengan kombinasi fundamental solid dan valuasi yang masih wajar. Investor juga disarankan memperhatikan emiten yang sejalan dengan arah kebijakan dan program pemerintah.

“Keselarasan dengan kebijakan pemerintah dapat memberikan prospek bisnis dan sentimen positif terhadap kinerja keuangan perusahaan,” jelasnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas, lanjut Nico, mencermati beberapa saham yang dinilai menarik dalam indeks High Dividend 20. Di antaranya ANTM, ASII, BBCA, INDF, dan JPFA.

Menurut Nico, saham-saham tersebut menunjukkan performa yang cukup baik sepanjang tahun ini, ditopang stabilitas kinerja dan potensi pembagian dividen.

Baca Juga :  Rekomendasi Saham Hari Ini 15 April 2026: INCO, ADMR, BRPT Jadi Top Gainer

Di sisi lain, Nico menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berupaya melanjutkan penguatan di tengah volatilitas pasar global. Tekanan eksternal, termasuk kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat, dinilai turut memengaruhi sentimen.

“Terutama ketika Trump mengenakan tarif kepada Indonesia yang membuat tekanan meningkat,” tuturnya.

Pilarmas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan selama tidak menembus level support 8.170. Adapun rentang pergerakan yang diproyeksikan berada di kisaran 8.170–8.480.

Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. (***)

Berita Terkait

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mekaar dari 22 Persen Jadi 8 Persen, Pelaku Usaha Mikro Bisa Bernapas Lega
10 Saham Favorit Investor Asing Pekan Ini, BBCA Diborong Rp1 Triliun
Kredit Bermasalah Jadi Sorotan, OJK Ungkap 42 Multifinance Punya NPF di Atas 5 Persen
IPO RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir
Kredit Macet Paylater Naik Jadi 3,44 Persen, OJK Ungkap Kemampuan Bayar Masyarakat Melemah
BRI Tawarkan Take Over KPR Bunga Mulai 3 Persen, Kesempatan Ringankan Cicilan Rumah
Mengenal O!Save, Minimarket Baru Penantang Alfamart dan Indomaret di Indonesia
Promo Gadget PRJ 2026 Bikin Heboh, Beli HP Gratis TV dan Diskon hingga 86 Persen
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 22:08 WIB

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mekaar dari 22 Persen Jadi 8 Persen, Pelaku Usaha Mikro Bisa Bernapas Lega

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:03 WIB

10 Saham Favorit Investor Asing Pekan Ini, BBCA Diborong Rp1 Triliun

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:00 WIB

Kredit Bermasalah Jadi Sorotan, OJK Ungkap 42 Multifinance Punya NPF di Atas 5 Persen

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:00 WIB

IPO RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Dihadiri Haji Isam dan Boy Thohir

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:00 WIB

Kredit Macet Paylater Naik Jadi 3,44 Persen, OJK Ungkap Kemampuan Bayar Masyarakat Melemah

Berita Terbaru