JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin, 14 September 2026, di zona merah. IHSG ditutup melemah tipis 0,10% atau sekitar 6,68 poin ke level 6.534,69.
Pergerakan pasar saham hari ini menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian Menteri Keuangan. Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Meski sempat mendapat tekanan kuat sepanjang perdagangan, IHSG mampu memangkas pelemahan menjelang penutupan. Reuters melaporkan indeks sempat turun sekitar 2,5% sebelum akhirnya ditutup hanya terkoreksi 0,1%.
IHSG Sempat Tertekan, Pasar Kemudian Berbalik Arah
Data perdagangan menunjukkan IHSG berakhir di 6.534,69. Sebanyak 229 saham tercatat menguat, sedangkan 455 saham melemah dan 279 saham bergerak stagnan berdasarkan data yang dikutip dari laporan perdagangan hari ini.
Tekanan pasar terutama muncul di tengah ketidakpastian mengenai arah kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan.
Namun, sentimen berubah setelah Suahasil Nazara resmi dilantik. Pasar kemudian merespons lebih positif sehingga tekanan IHSG berkurang secara signifikan.
Pergantian tersebut juga menjadi perhatian investor karena Suahasil memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil Nazara Diminta Jaga Kredibilitas APBN
Suahasil Nazara resmi ditetapkan sebagai Menteri Keuangan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Dalam pernyataannya setelah dilantik, Suahasil menegaskan pentingnya menjaga kredibilitas anggaran negara dan memastikan defisit fiskal tetap berada dalam batas yang ditetapkan undang-undang.
Reuters melaporkan Suahasil menyatakan prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel serta menjaga defisit fiskal di bawah batas 3% dari produk domestik bruto (PDB).
Bagi pasar keuangan, komitmen tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membantu meredakan kekhawatiran mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah.
Saham Bank BUMN Jadi Penopang
Sejumlah saham berkapitalisasi besar justru mencatat penguatan pada perdagangan hari ini.
Di jajaran saham LQ45, BBRI menjadi salah satu saham dengan kenaikan paling menonjol, yakni sekitar 3,98% ke Rp3.400. Saham BBNI naik 3,20% ke Rp3.870 dan BBTN menguat 3,40% ke Rp1.215.
Sementara itu, BBCA juga menguat 2,77% ke Rp6.500. Saham TLKM naik 3,46% ke Rp2.690.
Kinerja tersebut membantu menahan tekanan terhadap IHSG di tengah mayoritas saham yang masih berada di zona merah.
AMMN Menguat Hampir 5%
Selain saham perbankan, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatat penguatan signifikan.
AMMN naik 4,94% ke Rp5.100 dan menjadi salah satu saham dengan performa terbaik dalam kelompok LQ45 pada perdagangan Senin.
Penguatan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa tekanan indeks tidak terjadi secara merata di seluruh sektor.
MDKA hingga INCO Jadi Penekan IHSG
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan cukup dalam.
PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menjadi salah satu saham yang mencatat penurunan terbesar, yakni 5,57% ke Rp2.880.
Kemudian PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) turun 3,04% menjadi Rp2.550, sedangkan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terkoreksi 2,90% ke Rp4.690.
Saham MBMA turun 2,88% ke Rp505, DEWA melemah 2,87% ke Rp406, dan BRPT turun 2,65% ke Rp1.655.
Apa Artinya bagi Investor?
Pergerakan IHSG hari ini memperlihatkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan ekonomi dan fiskal.
Respons positif pada sejumlah saham bank besar setelah pelantikan Suahasil juga menunjukkan adanya harapan terhadap stabilitas kebijakan fiskal dan meningkatnya kepercayaan pasar.
Namun, penguatan satu hari belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa tren IHSG telah berbalik secara permanen.
Investor masih akan mencermati langkah pertama Suahasil sebagai Menteri Keuangan, arah pengelolaan APBN, kondisi rupiah, kebijakan Bank Indonesia, serta perkembangan suku bunga global.
Dengan demikian, perdagangan berikutnya menjadi penting untuk melihat apakah rebound sejumlah saham unggulan dapat berlanjut atau IHSG kembali menghadapi tekanan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor. (*)
Editor : Fanda Yosephta









