IHSG Diprediksi Rebound, Saatnya Borong Saham Murah? Ini Analisis Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mulai bangkit setelah mengalami tekanan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian investor karena membuka peluang untuk membeli saham berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau di pasar modal Indonesia.

Sepanjang kuartal pertama 2026, IHSG tercatat mengalami koreksi cukup dalam setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi di kisaran 9.135. Penurunan yang terjadi membawa indeks ke area 6.900-an sebelum akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan secara bertahap.

Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG berada di level 7.091. Meski masih bergerak fluktuatif, posisi ini dinilai lebih stabil dibandingkan titik terendah sebelumnya. Sejumlah analis menyebut level tersebut sebagai area bottom yang berpotensi menjadi titik awal rebound.

Baca Juga :  Lapor Pak Purbaya! Uang Pecahan Rp5 Ribu–Rp20 Ribu Langka di Kerinci-Sungai Penuh, Omzet Pedagang Anjlok 50%

Secara historis, koreksi IHSG kali ini mencapai sekitar 23 persen dari puncaknya. Angka tersebut dinilai masih dalam batas normal jika dibandingkan dengan peristiwa pasar sebelumnya seperti gejolak global dan tekanan ekonomi yang pernah terjadi dalam dua dekade terakhir.

Penurunan lebih dalam biasanya hanya terjadi saat krisis besar seperti krisis finansial global atau pandemi. Oleh karena itu, banyak pelaku pasar menilai risiko penurunan lanjutan saat ini relatif terbatas, sementara peluang kenaikan mulai terbuka.

Meski demikian, investor tetap perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Evaluasi terhadap fundamental saham sangat penting, terutama di tengah ketidakpastian global seperti kenaikan harga minyak dan tensi geopolitik yang masih berlangsung.

Baca Juga :  Resmi Hadir! Inilah Toyota Veloz Hybrid 2026 dan Keunggulannya

Selain faktor eksternal, perhatian juga tertuju pada kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk defisit fiskal dan reformasi pasar modal. Faktor-faktor ini diyakini akan memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka menengah hingga panjang.

Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang support dan resistance tertentu. Namun, jika mampu menembus level atas, peluang penguatan lebih lanjut terbuka lebar, sehingga investor dapat memanfaatkan momentum ini untuk menambah portofolio saham unggulan. (*/Tim)

Berita Terkait

5 Laptop Bisnis Terbaik 2026 di Amazon: Super Cepat, AI Canggih, dan Baterai Tahan Seharian!
Aturan Baru OJK Berlaku Mei 2026, Rekening Bank Bisa di Blokir
8 Kartu Kredit Digital Terbaik Indonesia 2026: Aman, Praktis, dan Cashback Menarik
Cara Top Up DANA Paling Cepat dan Praktis 2026
IHSG hari ini 30 Maret 2026 Melemah Lagi? Analis Rekomendasikan Saham AKRA, DSNG, hingga CYBR
Harga BBM Terbaru 30 Maret 2026: DKI Jakarta, Sumbar, dan Jambi Tetap Stabil
Duet Maut Saham Batu Bara: AADI dan PTBA Diborong Investor Asing
Malaysia Batasi Pembelian BBM RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Warga dan Turis
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:00 WIB

5 Laptop Bisnis Terbaik 2026 di Amazon: Super Cepat, AI Canggih, dan Baterai Tahan Seharian!

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:38 WIB

IHSG Diprediksi Rebound, Saatnya Borong Saham Murah? Ini Analisis Lengkapnya

Senin, 30 Maret 2026 - 21:00 WIB

Aturan Baru OJK Berlaku Mei 2026, Rekening Bank Bisa di Blokir

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

8 Kartu Kredit Digital Terbaik Indonesia 2026: Aman, Praktis, dan Cashback Menarik

Senin, 30 Maret 2026 - 11:00 WIB

Cara Top Up DANA Paling Cepat dan Praktis 2026

Berita Terbaru