JAKARTA-Gaji dan fasilitas Presiden Amerika Serikat selalu menjadi perhatian publik karena mencerminkan standar kompensasi bagi pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Jabatan yang diemban President of the United States bukan sekadar simbol politik, tetapi juga posisi dengan tanggung jawab global yang sangat besar, mulai dari kebijakan dalam negeri hingga geopolitik internasional.
Secara resmi, gaji Presiden AS ditetapkan sebesar US$400.000 per tahun, angka yang berlaku sejak 2001 dan tidak berubah hingga kini. Selain gaji pokok, presiden juga menerima tunjangan jabatan US$50.000, tunjangan representasi US$19.000 (non-kena pajak), serta alokasi dana perjalanan dan hiburan resmi sekitar US$100.000 per tahun. Meski nominalnya tinggi, sebagian besar dana tersebut hanya dapat digunakan untuk keperluan resmi kenegaraan.
Dalam hal tempat tinggal, presiden menetap di White House yang sekaligus menjadi pusat administrasi pemerintahan. Gedung ikonik ini menyediakan fasilitas lengkap, termasuk ruang kerja presiden di Oval Office, area pertemuan kenegaraan, hingga staf pendukung yang menangani operasional harian, jamuan resmi, dan protokol diplomatik.
Untuk mobilitas, Presiden AS difasilitasi armada transportasi paling canggih di dunia. Pesawat kepresidenan Air Force One dilengkapi sistem komunikasi superaman, ruang kerja, serta perlindungan tingkat tinggi. Selain itu, terdapat helikopter Marine One dan limusin antipeluru “The Beast” yang digunakan dalam perjalanan domestik maupun internasional.
Keamanan presiden menjadi prioritas utama dengan perlindungan penuh dari United States Secret Service. Lembaga ini bertanggung jawab atas pengamanan presiden, wakil presiden, serta keluarga inti, termasuk saat kunjungan luar negeri. Standar pengamanan yang diterapkan merupakan salah satu yang paling ketat di dunia.
Presiden juga memiliki akses ke Camp David, retret resmi yang berlokasi di Maryland. Tempat ini sering digunakan untuk pertemuan strategis, diplomasi tingkat tinggi, maupun waktu istirahat presiden. Fasilitas tersebut dirancang untuk menjamin privasi sekaligus keamanan maksimal.
Menariknya, fasilitas tidak berhenti setelah masa jabatan berakhir. Mantan presiden tetap menerima pensiun tahunan, perlindungan Secret Service, dana operasional kantor, staf pendukung, serta tunjangan perjalanan resmi. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kelangsungan aktivitas publik mantan kepala negara.
Dengan kombinasi gaji, tunjangan, fasilitas residensial, transportasi, dan pengamanan eksklusif, jabatan Presiden Amerika Serikat mencerminkan besarnya tanggung jawab strategis yang melekat pada posisi tersebut. Transparansi terkait kompensasi ini juga menjadi bagian dari akuntabilitas publik dalam sistem pemerintahan AS. (***)









