Data BPS Ungkap Fenomena Sungai Penuh, Nikah Sedikit Cerai Banyak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi tahun 2024 memunculkan fakta menarik sekaligus menggelitik. Di saat sebagian besar kabupaten/kota di Jambi mencatat angka pernikahan tinggi, Kota Sungai Penuh justru tampil berbeda dengan jumlah pernikahan yang relatif rendah, namun angka perceraian tergolong tinggi.

Berdasarkan data BPS yang diperbarui pada 27 Februari 2025, sepanjang 2024 Kota Sungai Penuh mencatat hanya 546 peristiwa pernikahan. Angka ini menjadi yang terendah di Provinsi Jambi, jauh di bawah Kota Jambi yang mencapai 3.125 pernikahan maupun Kabupaten Kerinci dengan 1.374 pernikahan.

Ironisnya, di balik angka pernikahan yang minim, kasus perceraian di Kota Sungai Penuh justru tergolong tinggi. Tercatat sebanyak 77 perkara cerai talak dan 253 cerai gugat, sehingga total perceraian mencapai 330 kasus. Jumlah ini hampir menyamai angka pernikahan yang terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  16 Kafilah Sungai Penuh Melaju ke Final MTQ Provinsi Jambi

Jika dibandingkan, rasio pernikahan dan perceraian di Kota Sungai Penuh menjadi salah satu yang paling timpang di Jambi. Artinya, dari setiap pernikahan yang tercatat, sebagian besar berujung pada perceraian, sebuah kondisi yang jarang terjadi di daerah lain.

Sebaliknya, daerah dengan angka pernikahan tinggi seperti Muaro Jambi, Bungo, dan Tebo masih menunjukkan selisih yang cukup besar antara jumlah menikah dan bercerai. Kota Jambi sendiri mencatat 890 kasus perceraian dari 3.125 pernikahan, masih relatif lebih seimbang dibanding Sungai Penuh.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar terkait dinamika sosial, ekonomi, dan ketahanan rumah tangga masyarakat Kota Sungai Penuh.

Baca Juga :  Beredar Video 5 Rumah Terbawa Longsor di KM 13 Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan

Faktor ekonomi, kesiapan menikah, hingga perubahan pola hidup masyarakat perkotaan diduga turut memengaruhi tingginya angka perceraian.

Data BPS Provinsi Jambi tersebut sekaligus menjadi alarm bagi pemangku kebijakan untuk memperkuat program pembinaan keluarga, konseling pranikah, serta pendampingan rumah tangga, khususnya di Kota Sungai Penuh yang kini menyandang predikat “unik” dalam statistik pernikahan dan perceraian di Jambi. (fyo)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg
20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok
Walikota Sungai Penuh Alfin Segera Pilih Dewas PDAM Tirta Khayangan 2026–2030
Diskominfo Kerinci Buka Ruang Kebebasan Pers, Wartawan Diajak Liput Langsung Kegiatan Pemda
Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, SIMPERS Permudah Layanan Media
Harga LPG 3 Kg di Sungai Penuh Tembus Rp40 Ribu, Ibu Rumah Tangga Mengeluh Beban Hidup Makin Berat
Masjid Raya Sungai Penuh Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Ini Kabar Dari Walikota Sungai Penuh Alfin Bakar
Bupati Monadi Buka Jambore Kwarcab Kerinci 2026, Tekankan Pramuka Bentuk Karakter Generasi Muda
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:00 WIB

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Sungai Penuh Jadi Tontonan Warga, Bobotnya Capai 842 Kg

Senin, 25 Mei 2026 - 00:35 WIB

20 Ton Kopi Fine Robusta Kerinci Diekspor ke Tiongkok

Senin, 18 Mei 2026 - 23:17 WIB

Walikota Sungai Penuh Alfin Segera Pilih Dewas PDAM Tirta Khayangan 2026–2030

Senin, 18 Mei 2026 - 15:41 WIB

Diskominfo Kerinci Buka Ruang Kebebasan Pers, Wartawan Diajak Liput Langsung Kegiatan Pemda

Senin, 18 Mei 2026 - 15:27 WIB

Inovasi Digital Diskominfo Kerinci Jadi Rujukan Daerah, SIMPERS Permudah Layanan Media

Berita Terbaru