Daryono Mundur dari Jabatan Direktur Gempa dan Tsunami BMKG

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Kabar pengunduran diri Daryono dari jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi perhatian publik. Sosok yang selama ini dikenal aktif menyampaikan analisis kegempaan itu dilaporkan telah mengajukan pensiun dini.

Informasi yang beredar menyebutkan, pengunduran diri tersebut disampaikan kepada pimpinan BMKG pada pertengahan Februari 2026. Langkah itu diambil setelah Daryono mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang memerlukan perawatan medis.

Dalam pernyataannya, Daryono menjelaskan bahwa keputusan mundur bukan diambil secara mendadak, melainkan melalui pertimbangan matang. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi dalam edukasi kebencanaan meski tidak lagi menjabat struktural.

Baca Juga :  Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Selama menjabat, Daryono dikenal sebagai salah satu pejabat BMKG yang kerap hadir di ruang publik melalui konferensi pers, wawancara media, hingga edukasi mitigasi gempa dan tsunami. Gaya komunikasinya yang lugas membuat namanya lekat di kalangan masyarakat.

Ia juga sering mengingatkan bahwa gempa bumi tidak membunuh secara langsung, melainkan dampak dari bangunan yang tidak tahan gempa. Pesan tersebut menjadi salah satu narasi penting dalam upaya meningkatkan kesadaran mitigasi risiko bencana di Indonesia.

Baca Juga :  Yaqut Ajukan Praperadilan, Uji Penetapan Tersangka oleh KPK

Pihak BMKG hingga kini belum memberikan penjelasan rinci mengenai pengganti jabatan Direktur Gempa dan Tsunami. Namun, lembaga tersebut memastikan pelayanan informasi kegempaan dan peringatan dini tsunami tetap berjalan normal.

Pengunduran diri Daryono menandai berakhirnya satu babak penting dalam komunikasi publik kebencanaan di BMKG. Publik berharap pengalaman dan keahliannya tetap dapat dimanfaatkan dalam penguatan literasi kebencanaan nasional. (***)

Berita Terkait

Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret
Revisi UU ASN 2026 Hapus PPPK Paruh Waktu, Ini Syarat Jadi Penuh Waktu
THR Lebaran 2026 untuk PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Cair Kapan? Ini Kata BKN
LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara
SPT Tahunan Kini via Coretax DJP, Ini Langkah Lapor Pajak Pribadi Mulai 2026
Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja Februari 2026, Penempatan di Seluruh Indonesia
MenPAN-RB Beri Sinyal Tes CPNS 2026, Fokus Fresh Graduate Untuk Mengisi  160 Ribu ASN Yang Pensiun 
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:02 WIB

Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:00 WIB

Revisi UU ASN 2026 Hapus PPPK Paruh Waktu, Ini Syarat Jadi Penuh Waktu

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:00 WIB

THR Lebaran 2026 untuk PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Cair Kapan? Ini Kata BKN

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:09 WIB

LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:00 WIB

SPT Tahunan Kini via Coretax DJP, Ini Langkah Lapor Pajak Pribadi Mulai 2026

Berita Terbaru

Internasional

Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Raksasa Tersaji

Sabtu, 28 Feb 2026 - 06:05 WIB

Nasional

Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Sabtu, 28 Feb 2026 - 03:02 WIB

Teknologi

Layak Ganti? Ini Beda Galaxy S26 Ultra dan S25 Ultra

Jumat, 27 Feb 2026 - 23:30 WIB