Dari Meteor hingga Gerhana, Ini Fenomena Langit Sepanjang 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Tahun 2026 menjadi periode menarik bagi pengamat langit. Sepanjang Januari hingga Desember, berbagai fenomena astronomi akan muncul silih berganti, mulai dari hujan meteor rutin, peristiwa gerhana, hingga momen ketika planet-planet tampak berdekatan di langit malam. Sebagian besar peristiwa ini dapat dinikmati dengan mata telanjang, sementara lainnya memerlukan bantuan teropong atau teleskop sederhana.

Berikut rangkuman peristiwa langit penting sepanjang 2026 yang patut dicatat.

Awal Tahun: Meteor Cepat dan Planet Paling Terang

Januari dibuka dengan hujan meteor Quadrantid, yang mencapai puncaknya pada 4 Januari. Quadrantid dikenal menghasilkan meteor cepat dan terang, meski pengamatan tahun ini diperkirakan kurang maksimal akibat cahaya Bulan yang sedang penuh.

Di bulan yang sama, Jupiter berada pada posisi oposisi sekitar pertengahan Januari. Pada fase ini, planet raksasa tersebut tampak paling terang dan dapat diamati hampir sepanjang malam.

Februari: Gerhana dan Barisan Planet

Pada pertengahan Februari, terjadi gerhana matahari cincin yang dapat disaksikan di wilayah tertentu, termasuk Afrika bagian selatan dan Antarktika. Meski tidak terlihat dari Indonesia, fenomena ini tetap menjadi sorotan global.

Baca Juga :  Fenomena Blood Moon Akan Terangi Langit Indonesia Awal Maret

Menjelang akhir bulan, langit malam dihiasi parade planet, ketika beberapa planet tampak berada dalam satu jalur pandang. Tidak semua planet dapat dilihat dengan mata telanjang, namun fenomena ini tetap menarik untuk diamati.

Maret: Bulan Merah dan Aktivitas Matahari

Awal Maret menghadirkan gerhana bulan total, yang membuat Bulan tampak kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi. Peristiwa ini dapat diamati di sejumlah wilayah Asia dan Oseania.

Periode ini juga berdekatan dengan ekuinoks, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya peluang kemunculan aurora di wilayah lintang tinggi.

Musim Semi: Meteor dan Langit Lebih Bersahabat

Pada April, hujan meteor Lyrid kembali muncul. Meski tidak sepadat Perseid atau Geminid, Lyrid kerap menampilkan meteor terang dengan jejak cahaya yang cukup panjang.

Memasuki Mei, giliran Eta Aquariids—hujan meteor dari sisa debu Komet Halley—yang mencapai puncaknya. Tahun ini, cahaya Bulan diperkirakan mengurangi visibilitas, namun tetap layak dicoba bagi pengamat langit pagi.

Pertengahan Tahun: Pertemuan Planet

Juni menghadirkan momen konjungsi antara Venus dan Jupiter, dua planet paling terang di langit malam. Keduanya tampak berdekatan dan mudah dikenali, bahkan bagi pengamat pemula.

Baca Juga :  Hujan Meteor Eta Lyrids Capai Puncak di Indonesia 9 Mei 2026, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Puncak Musim Meteor

Juli hingga Agustus menjadi periode favorit bagi pemburu meteor. Perseid, salah satu hujan meteor paling populer, mencapai puncaknya pada 12–13 Agustus. Kondisi Bulan yang gelap membuat peluang melihat puluhan meteor per jam terbuka lebar.

Menjelang Akhir Tahun: Bulan Purnama dan Gugus Bintang

September ditandai dengan ekuinoks, ketika siang dan malam hampir sama panjang. Bulan purnama terdekat yang dikenal sebagai Harvest Moon muncul tak lama setelahnya.

Pada November, perhatian tertuju pada gugus bintang Pleiades di rasi Taurus. Gugus ini mudah dikenali dan sering menjadi objek favorit pengamat langit malam.

Penutup Tahun: Geminid dan Supermoon

Desember menutup rangkaian fenomena astronomi dengan hujan meteor Geminid, yang mencapai puncaknya pada pertengahan bulan dan dikenal stabil dari tahun ke tahun.

Menjelang akhir Desember, supermoon terakhir di 2026 muncul ketika Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi, tampak lebih besar dan terang sebagai penutup tahun.

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Bertekad Berdamai dengan Sirkuit
Perpres Ojol 2026 Resmi Disahkan, Ini 4 Aturan Penting bagi Driver
Bobby Nasution Ungkap Pernah Berseteru dengan Kajari, Gara-gara Dugaan Minta Uang ke Kepsek
Ranking FIFA Indonesia Naik Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Tahapan Pengesahannya
Gugatan Ijazah Gibran Ditolak MK, Pemohon Dinilai Tak Punya Legal Standing
Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, Ini Daftar Lengkapnya
Drishyam: The Conclusion Tayang di Indonesia, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Marc Marquez Bertekad Berdamai dengan Sirkuit

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Perpres Ojol 2026 Resmi Disahkan, Ini 4 Aturan Penting bagi Driver

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Bobby Nasution Ungkap Pernah Berseteru dengan Kajari, Gara-gara Dugaan Minta Uang ke Kepsek

Rabu, 7 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Ranking FIFA Indonesia Naik Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:00 WIB

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Ini Isi dan Tahapan Pengesahannya

Berita Terbaru

Otomotif

Honda Umumkan Nama Baru Sistem Hybrid, Meluncur Mulai 2027

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:00 WIB