Bitcoin Terancam Crash 35%, Whale Malah Borong Rp1 Triliun BTC di Tengah Kepanikan Pasar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah muncul sinyal teknikal yang sama seperti sebelum crash besar awal tahun 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor karena BTC kini kehilangan seluruh garis Exponential Moving Average (EMA) utama di grafik harian. Namun di tengah tekanan tersebut, seorang crypto whale justru melakukan aksi pembelian besar dengan menarik ratusan Bitcoin dari bursa kripto, memunculkan spekulasi bahwa pasar mungkin sedang memasuki fase akumulasi diam-diam.

Data pasar menunjukkan Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran US$75.500 setelah gagal bertahan di atas EMA 20 hari, EMA 50 hari, EMA 100 hari, dan EMA 200 hari. Dalam dunia trading kripto, hilangnya seluruh EMA utama sering dianggap sebagai sinyal bearish kuat yang dapat membuka peluang koreksi lebih dalam. Situasi ini mengingatkan investor pada Januari 2026 ketika Bitcoin anjlok lebih dari 35% hanya dalam dua minggu setelah pola serupa muncul.

Meski sentimen pasar terlihat negatif, data on-chain justru memperlihatkan aktivitas mengejutkan dari investor kelas kakap. Sebuah wallet terdeteksi menarik sekitar 873 BTC senilai lebih dari US$66 juta atau setara Rp1 triliun dari bursa OKX. Setelah transaksi tersebut, wallet itu kini menyimpan total sekitar 881 BTC. Langkah agresif ini langsung memicu spekulasi bahwa whale sedang memanfaatkan ketakutan pasar untuk mengakumulasi aset sebelum potensi rebound besar berikutnya.

Analis menilai aksi whale tersebut menjadi sinyal penting karena terjadi tepat ketika pasar dipenuhi sentimen fear. Dalam siklus kripto sebelumnya, pembelian besar saat harga melemah sering kali menjadi indikasi bahwa investor institusi atau pemain besar melihat area tersebut sebagai zona diskon. Hal itu membuat sebagian trader mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa koreksi saat ini tidak sedalam crash Januari lalu.

Baca Juga :  10 Aset Kripto yang Banyak Diperdagangkan di Indonesia Agustus 2026, Bitcoin hingga HYPE Jadi Sorotan

Sepanjang tahun 2026, Bitcoin sudah tiga kali kehilangan seluruh EMA utama. Pada Januari, kondisi itu memicu crash besar hingga 35%. Namun dua kejadian berikutnya pada Maret dan Mei hanya menghasilkan koreksi terbatas sekitar 3% sampai 7% sebelum harga kembali pulih. Perbedaan utama kali ini terletak pada perilaku holder jangka panjang yang masih terus melakukan akumulasi besar-besaran menurut data Glassnode.

Holder jangka panjang diketahui masih berada dalam fase akumulasi bersih sejak Maret 2026. Arus masuk bahkan beberapa kali menembus 100 ribu BTC per hari. Kondisi ini berbeda drastis dibanding Januari ketika holder lama justru melakukan distribusi besar yang mempercepat tekanan jual di pasar. Karena itu, sebagian analis percaya peluang crash ekstrem mulai mengecil selama aksi akumulasi masih berlangsung.

Secara teknikal, area US$73.873 menjadi support penting yang kini dipantau trader global. Jika level tersebut gagal dipertahankan, Bitcoin berpotensi turun menuju area US$71.773. Namun apabila BTC berhasil kembali naik dan menembus area US$75.973 hingga US$78.572, peluang pemulihan bullish diperkirakan akan kembali terbuka. Investor juga menunggu apakah Bitcoin mampu kembali bergerak di atas EMA 200 hari untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Baca Juga :  Cara Membeli Kripto Pertama dengan Modal Rp100 Ribu, Panduan Lengkap untuk Pemula yang Ingin Mulai Investasi

Di tengah volatilitas tinggi, banyak investor kini memilih strategi wait and see sambil memantau data on-chain dan pergerakan whale. Pasar kripto sendiri masih dipengaruhi sentimen global mulai dari suku bunga Amerika Serikat, arus dana ETF Bitcoin, hingga kondisi geopolitik dunia. Karena itu, pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan menjadi penentu arah pasar kripto secara keseluruhan.

FAQ

Apakah Bitcoin benar-benar berpotensi crash 35% lagi?

Potensi koreksi besar masih ada karena pola teknikal yang muncul mirip dengan Januari 2026. Namun kondisi pasar saat ini berbeda karena holder jangka panjang masih aktif mengakumulasi Bitcoin.

Mengapa whale membeli Bitcoin saat harga turun?

Whale biasanya membeli ketika pasar panik karena menganggap harga sedang berada di area diskon dan memiliki peluang rebound jangka panjang.

Apa arti Bitcoin turun di bawah semua EMA utama?

Kondisi tersebut menandakan tren jangka pendek hingga panjang sedang melemah dan sering dianggap sebagai sinyal bearish oleh trader.

Level support Bitcoin yang paling penting saat ini?

Analis memantau area US$73.873 sebagai support utama. Jika level ini jebol, potensi penurunan menuju US$71.773 semakin besar.

Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Bitcoin?

Keputusan investasi tetap bergantung pada profil risiko masing-masing investor. Pasar kripto masih sangat volatil sehingga penting melakukan riset dan manajemen risiko sebelum membeli aset digital.

Berita Terkait

Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu
Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar
Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan
Bitcoin Hari Ini 28 September 2026: BTC di US$84.150, SPX, KAITO dan POPCAT Jadi Sorotan
Bitcoin Price Today: BTC Around $86,000 as September Rally Continues
Harga Bitcoin Hari Ini 23 September 2026 Turun 1,83%, BTC Kembali ke Rp1,50 Miliar
Bitcoin Hari Ini 21 September 2026 Tembus Rp1,51 Miliar, Naik 5,02 Persen dalam 1 Jam
Harga Bitcoin Hari Ini 19 September 2026 Tembus Rp1,44 Miliar, BTC Naik
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 05:02 WIB

Harga Bitcoin Tertekan Imbal Hasil Obligasi AS, Laporan Inflasi 14 Oktober Jadi Penentu

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini 12 Oktober 2026 Turun 1,17%, 1 BTC Tembus Rp1,48 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 23:45 WIB

Harga Kripto 30 September 2026: Bitcoin Naik ke Rp1,49 Miliar, Zcash Pimpin Kenaikan

Senin, 28 September 2026 - 10:24 WIB

Bitcoin Hari Ini 28 September 2026: BTC di US$84.150, SPX, KAITO dan POPCAT Jadi Sorotan

Jumat, 25 September 2026 - 01:01 WIB

Bitcoin Price Today: BTC Around $86,000 as September Rally Continues

Berita Terbaru

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 75?

Ekonomi

Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasan Menkop

Kamis, 15 Okt 2026 - 00:08 WIB