SUNGAIPENUH — Dari sebuah desa tenang di Pelayang Raya, Kota Sungai Penuh, Jambi, muncul seorang gadis kecil yang kini menjadi perbincangan nasional. Bilqis Aqila Sarief, murid SD 004/XI, resmi menembus Final Lomba Dongeng Tingkat Nasional 2025—dan bukan sembarang finalis.
Bilqis adalah satu-satunya wakil dari Provinsi Jambi sekaligus satu-satunya finalis dari seluruh Pulau Sumatera.
Prestasinya sontak menghebohkan publik Jambi, memantik gelombang dukungan dari para guru, pegiat seni, hingga masyarakat luas yang tak menyangka, seorang anak dari sekolah sederhana di pelosok Kerinci justru berhasil menembus panggung nasional yang digelar oleh KSBN bekerja sama dengan Kemendikdasmen dan Kemendikbud, 6 Desember 2025 mendatang.
Guru-guru Bilqis masih terhenyak. Di balik sifatnya yang pendiam, Bilqis menyimpan kemampuan mendongeng yang memukau: intonasi matang, emosi halus, dan gestur yang terjaga.
“Di usianya, ketenangannya saat mendongeng itu… langka,” ujar salah seorang pembina, tak ingin menyembunyikan kekagumannya.
Tak ada panggung megah di sekolahnya; hanya ruang kelas kayu, buku-buku yang mulai pudar, dan latihan penuh tekad. Namun dari sanalah Bilqis menyalip peserta dari kota besar—Jakarta, Bandung, Surabaya—untuk masuk barisan terbaik tingkat nasional.
Gelombang Dukungan dari Kampung Halaman
Sejak pengumuman finalis dirilis, suasana Pelayang Raya berubah.
Warga berbondong-bondong menyampaikan doa, para tetua kampung menyebutnya “anak emas daerah”, dan pemerintah setempat menegaskan dukungan penuh.
“Ini bukan hanya prestasi anak. Ini penanda bahwa bakat di sudut-sudut desa pun bisa menyala di panggung nasional,” ujar seorang pengurus KSBN daerah.
Menuju Senayan: Dari Ruang Kelas ke Cahaya Panggung Nasional
Pada 6 Desember nanti, Bilqis akan tampil secara hybrid dari Plaza Insani, Kemdikbud Senayan, membawa harapan besar kampung halamannya. Indonesia akan melihat bagaimana seorang anak dari Sungai Penuh menaklukkan nasional lewat dongeng—seni yang kini justru mulai hilang dari kehidupan anak-anak modern.
Apakah ia akan pulang membawa gelar juara? Di kampungnya, warga tak lagi sekadar berharap. Mereka percaya.
Karena Bilqis sudah membuktikan satu hal: dari sekolah kecil pun, suara seorang anak bisa menggema sampai ke pusat Indonesia.(fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









