Biaya Operasi Amandel 2026: Mulai Rp5 Juta hingga Rp30 Juta, Bisa Gratis Pakai BPJS Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Operasi amandel atau tonsilektomi menjadi salah satu tindakan medis yang cukup sering dilakukan, baik pada anak maupun orang dewasa. Prosedur ini biasanya direkomendasikan dokter bagi pasien yang mengalami radang amandel berulang, pembesaran amandel hingga mengganggu pernapasan, atau infeksi yang tidak membaik dengan pengobatan. Kabar baiknya, biaya operasi amandel dapat ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan apabila memenuhi syarat dan indikasi medis.

Bagi pasien umum, biaya operasi amandel sangat bervariasi tergantung rumah sakit, teknik operasi, dokter spesialis THT, serta kelas perawatan. Di rumah sakit pemerintah atau RSUD, biaya umumnya berkisar antara Rp5 juta hingga Rp8 juta. Sementara di rumah sakit swasta kelas menengah berkisar Rp10 juta hingga Rp18 juta, sedangkan rumah sakit premium dapat mencapai Rp20 juta hingga lebih dari Rp30 juta.

Selain biaya tindakan operasi, total tagihan juga dipengaruhi oleh metode operasi yang digunakan. Teknik modern seperti coblation atau laser biasanya lebih mahal dibanding metode konvensional. Jenis anestesi, lama rawat inap, obat-obatan pascaoperasi, hingga pemeriksaan laboratorium juga ikut menentukan besarnya biaya yang harus dibayarkan pasien.

Baca Juga :  Cara Menurunkan Gula Darah dalam 3 Hari Tanpa Obat, Cara Alami Ini Viral dan Banyak Dicari

Bagi peserta BPJS Kesehatan, operasi amandel dapat dilakukan tanpa biaya apabila kepesertaan aktif dan pasien mengikuti prosedur pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pasien harus terlebih dahulu berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), kemudian memperoleh surat rujukan ke dokter spesialis THT di rumah sakit apabila tindakan operasi dinilai memang diperlukan secara medis.

Tidak semua kasus radang amandel memerlukan operasi. Dokter biasanya akan mempertimbangkan tindakan bedah jika pasien mengalami radang amandel berulang beberapa kali dalam setahun, kesulitan menelan, gangguan tidur akibat pembesaran amandel, atau terdapat dugaan tumor maupun komplikasi lainnya. Karena itu, keputusan operasi tetap harus berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis.

Proses operasi amandel sendiri umumnya berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit dengan pembiusan umum. Setelah operasi, pasien dianjurkan mengonsumsi makanan lunak, memperbanyak minum air putih, menghindari aktivitas berat, serta mengikuti seluruh anjuran dokter agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS atau memilih jalur pasien umum, sebaiknya meminta rincian estimasi biaya sejak awal kepada rumah sakit. Langkah tersebut membantu mempersiapkan anggaran sekaligus menghindari biaya tambahan yang tidak terduga selama proses perawatan.

Baca Juga :  Rincian Biaya Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Bisa Tembus Ratusan Juta!

Dengan kisaran biaya mulai Rp5 juta hingga lebih dari Rp30 juta, penggunaan BPJS Kesehatan menjadi solusi yang dapat meringankan beban finansial masyarakat. Selama memenuhi persyaratan dan indikasi medis, peserta aktif BPJS dapat memperoleh layanan operasi amandel tanpa dikenakan biaya tindakan operasi.

FAQ

1. Berapa biaya operasi amandel di Indonesia?
Biaya berkisar antara Rp5 juta hingga lebih dari Rp30 juta, tergantung rumah sakit, teknik operasi, dan kelas perawatan.

2. Apakah operasi amandel ditanggung BPJS Kesehatan?
Ya. Operasi amandel ditanggung BPJS Kesehatan apabila memiliki indikasi medis, kepesertaan aktif, dan mengikuti prosedur rujukan JKN.

3. Berapa biaya operasi amandel dengan BPJS?
Biaya tindakan operasi ditanggung BPJS sehingga pasien umumnya tidak dikenakan biaya untuk tindakan medis sesuai ketentuan JKN.

4. Kapan operasi amandel diperlukan?
Operasi dilakukan bila radang amandel sering kambuh, mengganggu pernapasan atau menelan, menyebabkan sleep apnea, atau terdapat indikasi medis lain berdasarkan pemeriksaan dokter. Tim

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu
Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap
Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh
Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi
Daftar Lengkap Batas Kolesterol Normal, Cara Menjaga, hingga Rekomendasi Penanganannya
8 Makanan Pencegah Stroke yang Direkomendasikan Dokter, Bantu Turunkan Kolesterol dan Tekanan Darah
Siloam Siapkan Investasi Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik, Target Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri
Biaya Operasi Tanpa BPJS Bisa Berapa? Ini Komponen Biaya yang Perlu Disiapkan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan 2027 Tak Naik? Ini Penjelasan Menkes dan Menkeu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Kota Sungai Penuh Bangun Gedung KJSU-KIA Senilai Rp14,2 Miliar di RSUD Mayjen H.A. Thalib, Layanan Jantung hingga NICU Makin Lengkap

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:27 WIB

Sri Kartini Alfin Jadi Ujung Tombak Pemberantasan Stunting di Kota Sungai Penuh

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:06 WIB

Kelas 1, 2, 3 Resmi Dihapus, Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan Selama Masa Transisi

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:00 WIB

Daftar Lengkap Batas Kolesterol Normal, Cara Menjaga, hingga Rekomendasi Penanganannya

Berita Terbaru

Teknologi

Redmi 17 Resmi Dijual di Indonesia

Sabtu, 22 Agu 2026 - 04:00 WIB