Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sepanjang 2025, sepuluh entitas anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja positif. Total laba bersih yang dibukukan mencapai Rp10,37 triliun atau tumbuh 16,1% secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian tersebut berkontribusi sebesar 18,2% terhadap total laba konsolidasian BRI yang pada 2025 tercatat sebesar Rp57,13 triliun. Meski laba induk secara keseluruhan terkoreksi 5,26% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,30 triliun, pertumbuhan dari anak usaha menjadi penopang penting profitabilitas grup.

Direktur Networking dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan bahwa penguatan perusahaan anak merupakan bagian dari strategi transformasi BRIVolution Reignite yang tengah dijalankan perseroan.

“BRI terus mendorong sumber pertumbuhan baru melalui optimalisasi dan sinergi entitas anak di dalam BRI Group,” ujarnya dalam paparan kinerja keuangan 2025, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga :  Toyota Kijang Super 2026 Hadir Lebih Matang, Menggabungkan Warisan Klasik dan Teknologi Modern

Diversifikasi Sumber Laba

Sepuluh anak usaha tersebut berasal dari berbagai lini bisnis jasa keuangan, mulai dari pembiayaan mikro hingga pasar modal dan remitansi internasional.

Beberapa entitas utama yang menyumbang kinerja antara lain:

PT Pegadaian di sektor gadai dan pembiayaan mikro

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada pembiayaan ultra mikro

PT Asuransi BRI Life di asuransi jiwa

PT BRI Asuransi Indonesia pada asuransi umum

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) sebagai bank digital

Selain itu, kontribusi juga datang dari BRI Finance, PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), BRI Ventures, hingga BRI Global Financial Services Co. Ltd yang bergerak di remitansi dan pembiayaan luar negeri.

Diversifikasi bisnis ini memperkuat model konglomerasi keuangan BRI, sehingga tidak semata bergantung pada pendapatan bunga dari kredit perbankan.

Baca Juga :  Laba BRI 2025 Rp57,13 Triliun, Kredit Tumbuh Dua Digit

Pendapatan Bunga Tetap Tumbuh

Secara konsolidasi, pendapatan bunga BRI sepanjang 2025 tercatat Rp207,78 triliun atau naik 4,27% yoy. Beban bunga juga meningkat tipis 1,2% menjadi Rp57,28 triliun.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih dan pendapatan jasa asuransi naik 5,54% menjadi Rp151,8 triliun. Kinerja ini mencerminkan fundamental intermediasi yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan likuiditas.

Strategi Jangka Panjang

BRI menilai penguatan anak usaha menjadi strategi jangka panjang untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Sinergi antar entitas dalam BRI Group diharapkan mampu memperluas basis nasabah, meningkatkan cross-selling produk, serta memperdalam penetrasi ke segmen mikro, ritel, hingga korporasi.

Dengan kontribusi laba anak usaha yang terus meningkat, BRI menargetkan struktur pendapatan yang lebih seimbang antara bunga dan non-bunga (fee based income) pada tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 27 Februari 2026 Naik, 1 Gram Tembus Rp3,283 Juta
Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra
LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara
Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari
Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, 1 Gram Tembus Rp 2.944.000
BI Catat Kredit Menganggur Tembus Rp 2.506 Triliun di Awal 2026
Asuransi Properti Diproyeksi Jadi Penyumbang Premi Terbesar Industri Asuransi Umum 2026
Cara Menghitung Pengeluaran Bulanan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:04 WIB

Anak Usaha BRI Sumbang Rp10 Triliun Laba

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:01 WIB

Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:09 WIB

LPDP Terapkan Sanksi, Empat Alumni Kembalikan Dana ke Kas Negara

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:09 WIB

Bukan 31 Maret, ASN Harus Lapor SPT Paling Lambat 28 Februari

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:56 WIB

Harga Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, 1 Gram Tembus Rp 2.944.000

Berita Terbaru