Jakarta-Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini memasuki fase baru yang lebih praktis dan revolusioner. Sebuah perangkat AI berukuran mini, bahkan hanya sebesar powerbank, diklaim memiliki kemampuan setara tingkat doktor atau PhD. Inovasi ini langsung menarik perhatian dunia teknologi karena menghadirkan komputasi tinggi dalam bentuk yang sangat ringkas dan portabel.
Perangkat bernama AI Pocket Lab ini dikembangkan oleh startup asal Amerika Serikat, Tiiny AI. Dengan ukuran sekitar 14,2 x 8 x 2,53 cm, perangkat ini cukup kecil untuk dimasukkan ke dalam saku, namun menyimpan kekuatan komputasi luar biasa layaknya superkomputer.
Keunggulan utama AI Pocket Lab terletak pada kemampuannya menjalankan model AI skala besar hingga 120 miliar parameter secara lokal tanpa perlu koneksi internet. Hal ini membuatnya berbeda dari kebanyakan sistem AI modern yang masih bergantung pada cloud atau pusat data besar.
Dengan performa mencapai 190 triliun operasi per detik (TOPS), perangkat ini mampu melakukan berbagai tugas kompleks seperti analisis data, penalaran logis, hingga perencanaan strategis. Kemampuan ini membuatnya disebut-sebut sebagai superkomputer mini yang bisa digunakan kapan saja dan di mana saja.
Dari sisi spesifikasi, AI Pocket Lab ditenagai prosesor ARM 12 inti dan RAM LPDDR5X sebesar 80 GB. Menariknya, sebanyak 48 GB RAM difokuskan khusus untuk Neural Processing Unit (NPU), yang berfungsi mengoptimalkan kinerja pemrosesan AI secara maksimal.
Perangkat ini juga mampu menjalankan model AI canggih seperti GPT-OSS 120B dari OpenAI. Hal ini membuktikan bahwa teknologi AI kini tidak lagi terbatas pada server besar, melainkan bisa diakses dalam perangkat kecil yang lebih fleksibel.
Untuk mendukung performanya, AI Pocket Lab dibekali teknologi seperti TurboSparse dan PowerInfer. Kedua fitur ini berfungsi mengoptimalkan penggunaan sumber daya dengan membagi beban kerja secara efisien antara CPU, GPU, dan NPU, sekaligus menjaga konsumsi daya tetap hemat.
Kehadiran perangkat ini menjadi bagian dari tren edge computing, di mana pemrosesan AI dilakukan langsung di perangkat pengguna. Selain meningkatkan kecepatan dan efisiensi, pendekatan ini juga memberikan keuntungan besar dari sisi privasi karena data tidak perlu dikirim ke server eksternal.
Ke depan, perangkat seperti AI Pocket Lab diprediksi akan banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari riset, industri, hingga kebutuhan pribadi. Bahkan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan di lokasi terpencil seperti kapal, pesawat, atau area tanpa jaringan internet. (*/Tim)









