Bukan Programmer! Ini Profesi Bergaji Tinggi yang Diburu di Era AI

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta-Lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ternyata tidak hanya membuka peluang bagi programmer, tetapi juga memicu permintaan besar terhadap tenaga kerja teknis non-digital. Di tengah kekhawatiran AI akan menggantikan pekerjaan manusia, justru profesi seperti teknisi, insinyur, hingga pekerja konstruksi kini menjadi yang paling diburu di era transformasi digital.

Empat raksasa teknologi dunia yakni Alphabet, Microsoft, Meta, dan Amazon tercatat menggelontorkan hampir US$700 miliar untuk membangun infrastruktur AI, terutama pusat data. Investasi jumbo ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan teknologi AI global.

Salah satu proyek besar datang dari Amazon yang menginvestasikan US$12 miliar untuk membangun pusat data AI baru di Louisiana. Proyek ini diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja tetap serta ribuan pekerjaan tambahan, mulai dari teknisi listrik, teknisi mesin, hingga tenaga keamanan.

Baca Juga :  MacBook Pro M5 14 Inci Hadir di Indonesia, Apple Tawarkan Lonjakan AI dan Efisiensi Daya

Sementara itu, Meta juga tak kalah agresif dengan investasi US$27 miliar melalui kerja sama dengan Blue Owl Capital. Mereka membangun pusat data Hyperion raksasa yang bahkan disebut akan mengonsumsi listrik lebih besar dibandingkan kota New Orleans, menandakan besarnya skala infrastruktur AI yang tengah dibangun.

Di balik masifnya pembangunan ini, permintaan tenaga kerja terampil melonjak tajam. Data dari Randstad menunjukkan permintaan teknisi robotika meningkat hingga 107% dalam periode 2022–2026. Selain itu, insinyur HVAC atau sistem pendingin naik 67%, dan teknisi otomatisasi industri tumbuh 51%.

Tak hanya itu, pekerjaan tradisional seperti pekerja konstruksi dan teknisi listrik juga ikut terdongkrak hingga 27%. Hal ini menunjukkan bahwa revolusi AI tidak hanya soal software, tetapi juga membutuhkan infrastruktur fisik yang besar dan kompleks.

Baca Juga :  Fitur Baru WhatsApp Scam Alert Bisa Deteksi Pesan Penipuan

Lonjakan permintaan ini berdampak langsung pada kenaikan gaji. CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan memprediksi banyak pekerjaan di sektor ini akan menawarkan gaji hingga enam digit dolar AS. Perusahaan rekrutmen juga mencatat adanya kenaikan gaji hingga 25–30% bagi pekerja yang beralih ke sektor pusat data AI.

Meski peluang terbuka lebar, industri ini juga menghadapi tantangan serius seperti kekurangan tenaga kerja terampil dan populasi pekerja yang menua. Kondisi ini membuat perusahaan harus bersaing ketat dalam merekrut talenta, sekaligus mendorong investasi besar dalam pelatihan agar kebutuhan tenaga kerja di era AI dapat terpenuhi. (*/Tim)

Berita Terkait

Zuckerberg Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Seukuran Gantungan Kunci
Samsung Galaxy Tab S12+ vs S12 Ultra: Ini Bocoran Perbedaan Spesifikasinya
Toyota Perluas Mobil Listrik, EREV Mulai Diproduksi April 2027
OPPO Find X10 Pro Max Punya Tiga Kamera 200 MP, Ini Spesifikasinya
Hitungan Pajak iPhone 18 Pro, 18 Pro Max dan iPhone Duo dari Luar Negeri
Smartwatch Rollme Matrix Bisa Dipakai Tanpa HP, Bawa Kamera dan GPS
Permintaan Chip AI Huawei Melonjak
Infinix XBook 14 Neo Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,99 Juta
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 04:00 WIB

Zuckerberg Perkenalkan Muse Charm, Perangkat AI Seukuran Gantungan Kunci

Kamis, 24 September 2026 - 20:00 WIB

Samsung Galaxy Tab S12+ vs S12 Ultra: Ini Bocoran Perbedaan Spesifikasinya

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

Toyota Perluas Mobil Listrik, EREV Mulai Diproduksi April 2027

Kamis, 24 September 2026 - 10:00 WIB

OPPO Find X10 Pro Max Punya Tiga Kamera 200 MP, Ini Spesifikasinya

Kamis, 24 September 2026 - 08:00 WIB

Hitungan Pajak iPhone 18 Pro, 18 Pro Max dan iPhone Duo dari Luar Negeri

Berita Terbaru

Hukum

Hukuman Nadiem Makarim Dipangkas Jadi 9 Tahun

Jumat, 25 Sep 2026 - 06:00 WIB