TEKNOLOGI – Perusahaan teknologi Meta kembali memperkenalkan inovasi terbarunya berupa kacamata pintar (smart glasses) yang diklaim mampu menghadirkan pengalaman digital tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada smartphone.
Perangkat ini menjadi bagian dari tren teknologi masa depan yang digadang-gadang akan menggeser peran ponsel dalam kehidupan sehari-hari.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, sebelumnya telah menyatakan bahwa kacamata pintar berpotensi menjadi perangkat utama yang digunakan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
Dua Model Baru dengan Dukungan Lensa Minus
Meta meluncurkan dua varian terbaru, yakni:
Ray-Ban Meta Blayzer Optics Gen 2
Ray-Ban Meta Scriber Optics Gen 2
Keduanya dirancang untuk pengguna dengan kebutuhan kacamata resep (minus), sehingga dapat digunakan sepanjang hari layaknya kacamata biasa.
Model Blayzer hadir dengan desain persegi panjang, sementara Scriber mengusung bentuk lebih bulat. Kedua perangkat juga dilengkapi fitur penyesuaian seperti engsel fleksibel, bantalan hidung yang dapat diganti, serta gagang yang bisa disesuaikan dengan bentuk wajah pengguna.
Harga dan Ketersediaan
Kacamata pintar ini dibanderol mulai dari US$499 atau sekitar Rp8,5 juta. Saat ini, produk sudah dapat dipesan melalui pre-order di Amerika Serikat dan dijadwalkan mulai tersedia secara luas pada pertengahan April 2026.
Fitur AI: Dari Nutrisi hingga WhatsApp
Salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah integrasi kecerdasan buatan (AI) dari Meta. Pengguna dapat:
Melacak asupan nutrisi hanya dengan perintah suara atau foto makanan
Mendapatkan rekomendasi pola makan dari AI
Mengakses ringkasan pesan WhatsApp tanpa membuka ponsel
Dengan perintah seperti “Hey Meta, ringkas pesan saya,” pengguna bisa langsung mengetahui isi percakapan tanpa menyentuh perangkat.
Meta memastikan bahwa fitur ini tetap mengutamakan privasi melalui sistem enkripsi end-to-end.
Menuju Era Pengganti Smartphone?
Kehadiran kacamata pintar ini memperkuat tren perangkat wearable berbasis AI yang semakin berkembang. Banyak pengamat teknologi menilai, perangkat seperti ini berpotensi menggantikan sebagian fungsi smartphone, terutama untuk aktivitas ringan seperti komunikasi, informasi cepat, dan asistensi digital.
Meski demikian, adopsi secara luas masih bergantung pada kenyamanan penggunaan, harga, serta kesiapan ekosistem teknologi pendukung.
Kesimpulan
Kacamata pintar Meta menjadi langkah besar menuju transformasi teknologi personal. Dengan fitur AI yang semakin canggih dan desain yang lebih nyaman, perangkat ini berpotensi mengubah cara manusia berinteraksi dengan dunia digital.
Namun, untuk benar-benar menggantikan smartphone, teknologi ini masih membutuhkan waktu, pengembangan, dan penerimaan dari masyarakat luas.









