Jakarta-Demam perayaan 30 tahun Pokémon mulai memicu ledakan baru di pasar NFT dan aset koleksi digital. Marketplace kartu Pokémon berbasis blockchain dilaporkan mencetak lonjakan pendapatan fantastis hingga menembus US$7,4 juta atau sekitar Rp132 miliar hanya dalam sepekan pada awal Mei 2026. Lonjakan ini menjadi salah satu sinyal kuat bahwa tren NFT kini mulai bergeser dari sekadar gambar digital menuju aset koleksi fisik yang ditokenisasi.
Data terbaru menunjukkan pertumbuhan sektor marketplace Pokémon tokenized melonjak hingga 337 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Platform Courtyard menjadi pemain terbesar dengan pangsa hampir setengah dari total transaksi pasar. Sementara itu, Collector Crypt dan Phygitals ikut menikmati lonjakan aktivitas kolektor yang semakin agresif berburu kartu Pokémon langka menjelang momentum anniversary global Pokémon pada 2026.
Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya hype global terhadap kartu Pokémon fisik maupun digital. Pencarian kata kunci “Pokémon cards” di Google Trends mendekati level tertinggi sepanjang sejarah. Di Indonesia, pencarian “kartu Pokémon” juga mengalami lonjakan besar sejak awal Mei 2026. Tren tersebut memperlihatkan bahwa nostalgia kini berubah menjadi peluang investasi alternatif yang menarik perhatian generasi muda hingga investor kripto.
Perayaan 30 tahun Pokémon sendiri menjadi katalis utama kebangkitan pasar kartu koleksi. Pokémon Company telah mengumumkan berbagai produk spesial anniversary termasuk perilisan set “30th Celebration” yang dijadwalkan meluncur secara global pada September 2026. Produk edisi terbatas dengan desain all-foil diprediksi menjadi incaran kolektor dunia dan berpotensi memicu kenaikan harga kartu langka di pasar sekunder.
Di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif, aset koleksi seperti kartu Pokémon justru mulai dianggap sebagai safe haven alternatif oleh sebagian komunitas. Beberapa kolektor bahkan rela mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk kartu edisi langka karena dinilai memiliki potensi apresiasi jangka panjang. Tren ini membuat sektor NFT berbasis koleksi fisik kembali menjadi sorotan setelah sempat mengalami penurunan popularitas sejak 2023.
Konsep tokenisasi menjadi faktor penting di balik pertumbuhan marketplace kartu Pokémon berbasis blockchain. Dalam sistem ini, kartu fisik disimpan dan diverifikasi, lalu direpresentasikan dalam bentuk token digital yang dapat diperjualbelikan secara on-chain. Model tersebut memungkinkan investor memiliki eksposur terhadap aset koleksi bernilai tinggi tanpa harus memegang kartu fisik secara langsung.
Sejumlah analis melihat tren ini sebagai evolusi baru industri NFT. Jika sebelumnya NFT identik dengan profil gambar digital, kini pasar mulai bergerak menuju aset dengan utilitas dan permintaan nyata. Kartu Pokémon dianggap memiliki kombinasi ideal antara komunitas besar, nilai nostalgia, kelangkaan, dan likuiditas pasar yang terus berkembang.
Menjelang puncak perayaan anniversary Pokémon pada September 2026, pasar kartu koleksi tokenized diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan besar. Jika hype terus meningkat, sektor NFT berbasis aset fisik berpotensi menjadi salah satu narasi paling panas di industri kripto tahun ini, bersaing dengan AI crypto hingga tokenisasi aset dunia nyata atau Real World Asset (RWA).
FAQ
Mengapa kartu Pokémon kembali booming pada 2026?
Karena Pokémon merayakan ulang tahun ke-30 dengan berbagai produk edisi spesial yang memicu hype kolektor global.
Apa itu kartu Pokémon tokenized?
Kartu Pokémon fisik yang direpresentasikan dalam bentuk token blockchain agar bisa diperdagangkan secara digital.
Berapa nilai transaksi marketplace kartu Pokémon terbaru?
Pendapatan mingguan marketplace kartu Pokémon berbasis blockchain mencapai sekitar Rp132 miliar.
Mengapa NFT kartu koleksi kembali diminati?
Karena investor mulai mencari aset digital yang memiliki nilai fisik, komunitas kuat, dan utilitas nyata.
Apa dampak hype Pokémon terhadap pasar kripto?
Hype Pokémon membuka peluang pertumbuhan baru bagi sektor NFT, tokenisasi aset fisik, dan marketplace koleksi digital. (Tim)









