Waspada Penyakit Jantung Koroner, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Sejak Dini

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Penyakit jantung koroner (PJK) masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat penumpukan plak lemak, sehingga aliran darah ke otot jantung terganggu. Jika tidak ditangani dengan cepat, PJK dapat memicu serangan jantung yang berakibat fatal.

Banyak orang tidak menyadari bahwa gejala awal penyakit jantung koroner sering kali muncul secara perlahan dan cenderung diabaikan. Salah satu tanda paling umum adalah nyeri dada atau angina yang terasa seperti ditekan atau tertindih benda berat. Rasa nyeri ini bahkan bisa menjalar ke bagian tubuh lain seperti leher, bahu, lengan kiri, hingga punggung.

Selain nyeri dada, penderita juga kerap mengalami sesak napas, kelelahan berlebihan, mual, hingga keringat dingin tanpa sebab yang jelas. Gejala ini sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa, padahal bisa menjadi sinyal serius bahwa jantung sedang tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Faktor risiko penyakit jantung koroner sangat beragam, mulai dari gaya hidup tidak sehat hingga kondisi medis tertentu. Kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, kurang olahraga, serta stres berlebihan menjadi pemicu utama. Selain itu, penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang terkena PJK.

Untuk mengurangi risiko tersebut, perubahan gaya hidup menjadi langkah paling efektif. Berhenti merokok adalah keputusan penting yang dapat menurunkan risiko secara signifikan. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, ikan, dan biji-bijian juga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.

Baca Juga :  Wabah Nipah di India, Negara Asia Tingkatkan Kewaspadaan

Aktivitas fisik rutin seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang selama minimal 150 menit per minggu sangat dianjurkan. Olahraga tidak hanya membantu menjaga berat badan ideal, tetapi juga meningkatkan fungsi jantung dan melancarkan peredaran darah.

Di sisi lain, pengelolaan stres juga tidak kalah penting. Tekanan mental yang berlebihan dapat memicu peningkatan tekanan darah dan memperburuk kondisi jantung. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar istirahat yang cukup bisa menjadi solusi sederhana namun efektif.

Dalam penanganan medis, dokter biasanya akan memberikan terapi obat sesuai kondisi pasien. Obat pengencer darah seperti aspirin digunakan untuk mencegah pembekuan, sementara statin membantu menurunkan kadar kolesterol. Ada juga obat untuk mengontrol tekanan darah agar kerja jantung tidak terlalu berat.

Jika penyumbatan sudah cukup parah, tindakan medis lanjutan diperlukan. Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah pemasangan ring jantung atau stent melalui metode intervensi koroner perkutan (PCI). Prosedur ini bertujuan membuka pembuluh darah yang tersumbat agar aliran darah kembali normal.

Selain itu, terdapat juga operasi bypass jantung yang dilakukan pada kasus yang lebih kompleks. Prosedur ini membuat jalur baru bagi aliran darah dengan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, sehingga tidak lagi melewati arteri yang tersumbat.

Baca Juga :  Bukan Nasi, 12 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Perut Buncit

Biaya penanganan penyakit jantung koroner tergolong tidak murah. Untuk pemasangan ring jantung, biaya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jumlah ring dan fasilitas rumah sakit. Namun, kabar baiknya, biaya ini dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama pasien mengikuti prosedur yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga gejala memburuk sebelum memeriksakan diri ke dokter. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi serius akibat penyakit jantung koroner. Pemeriksaan rutin seperti cek kolesterol, tekanan darah, dan gula darah sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada hebat yang berlangsung lebih dari beberapa menit, disertai sesak napas, pusing, atau mual, segera cari pertolongan medis. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda serangan jantung yang membutuhkan penanganan darurat.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung, diharapkan angka kasus penyakit jantung koroner dapat ditekan. Mengadopsi gaya hidup sehat sejak dini bukan hanya mencegah penyakit, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Menjaga jantung tetap sehat bukanlah hal yang sulit jika dilakukan secara konsisten. Mulai dari langkah kecil seperti mengatur pola makan, rutin bergerak, hingga menghindari kebiasaan buruk, semuanya berkontribusi besar dalam menjaga organ vital ini tetap bekerja optimal sepanjang hidup. (*/Tim)

Berita Terkait

Kolesterol Tinggi? Ini 5 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menurunkannya
Jogging Setiap Hari Apakah Aman? Simak Manfaat, Risiko, dan Tips Lari Sehat
Waspada Hantavirus di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya
Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular
Kondisi Terkini Nadiem Makarim Pascaoperasi usai Sidang Kasus Chromebook
Kronologi Wabah Hantavirus Klaster MV Hondius
Penumpang Kapal Pesiar Dikira Cemas, Ternyata Positif Hantavirus dan Kritis
Kemenkes Pastikan Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan Kasus MV Hondius
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Kolesterol Tinggi? Ini 5 Herbal Alami yang Bisa Membantu Menurunkannya

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jogging Setiap Hari Apakah Aman? Simak Manfaat, Risiko, dan Tips Lari Sehat

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:05 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan, dan Pencegahannya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:05 WIB

Menkes Budi Gunadi: Hantavirus di Jakarta Terkendali dan Tidak Mudah Menular

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:00 WIB

Kondisi Terkini Nadiem Makarim Pascaoperasi usai Sidang Kasus Chromebook

Berita Terbaru

Ekonomi

Pengguna Baru DANA Bisa Dapat Promo Besar, Simak Daftarnya

Senin, 18 Mei 2026 - 18:00 WIB

Asuransi Kendaraan

Mobil Hilang atau Rusak Berat? Begini Cara Klaim Asuransi TLO

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB