KERINCI-Lonjakan wisatawan terjadi di sejumlah destinasi unggulan di wilayah Kabupaten Kerinci dan Sumatera Barat selama libur Lebaran 2026. Kepadatan pengunjung berdampak langsung pada arus lalu lintas yang macet parah, bahkan kendaraan harus merayap dalam waktu berjam-jam di jalur wisata populer.
Beberapa objek wisata favorit di Kerinci seperti Kebun Teh Kayu Aro, Air Terjun Telun Berasap, dan Danau Kerinci dilaporkan dipadati wisatawan sejak hari pertama Lebaran. Kondisi serupa juga terjadi di Sumbar, khususnya di kawasan Danau Atas dan Danau Bawah.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular panjang, terutama di jalur menuju Kabupaten Solok. Banyak kendaraan pribadi dan bus pariwisata terjebak kemacetan, membuat perjalanan yang biasanya singkat menjadi jauh lebih lama.
Seorang warga Sungai Penuh, Kiki, mengungkapkan pengalamannya terjebak macet saat perjalanan menuju Padang. Ia berangkat sejak pagi namun baru tiba di malam hari akibat kepadatan lalu lintas ekstrem.
“Berangkat dari Sungai Penuh jam 6 pagi, sampai di Padang jam 11 malam. Macet parah sekali di sekitar danau atas dan bawah,” ujarnya.
Menurutnya, titik kemacetan terparah berada di jalur sempit sekitar kawasan wisata danau. Kendaraan bergerak sangat lambat karena tingginya volume wisatawan yang ingin menikmati libur Lebaran bersama keluarga.
Hal serupa juga disampaikan Iskian, warga Payakumbuh. Ia menyebutkan lonjakan wisatawan tahun ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, bahkan hingga H+2 Lebaran kondisi masih sangat ramai.
“Hotel-hotel di Padang penuh semua. Wisatawan membludak ke berbagai destinasi di Sumbar dan Kerinci,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam selama momen libur panjang. Namun, kondisi ini juga menjadi perhatian serius terkait manajemen lalu lintas dan kesiapan infrastruktur, terutama di kawasan wisata dengan akses jalan terbatas. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









