JAMBI – Dugaan pembobolan sistem keamanan Bank Jambi membuat ribuan nasabah harus mengganti kartu ATM dan kata sandi. Meski mesin ATM sudah berfungsi normal, proses penggantian dilakukan bertahap karena stok kartu baru masih terbatas.
Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan, dari total 250.000 nasabah, sekitar 100.000 orang terdampak. “ATM harus diganti baru, sementara cadangan hanya 9 ribu. Jadi penggantian dilakukan bertahap,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Bank Jambi kini memesan tambahan kartu ATM untuk memenuhi kebutuhan nasabah. “Kalau sudah ada, kartu akan disebarkan ke kantor cabang,” kata Al Haris. Kondisi ini memaksa nasabah antre untuk layanan perbankan, termasuk penarikan lewat teller dan penggantian kata sandi.
Seorang nasabah, Andre, mengaku datang sejak pukul 04.00 WIB agar mendapat nomor antrean. “Nomor 26 untuk teller, nomor 15 untuk Customer Service,” jelasnya.
Pembobolan sistem ini terjadi pada Minggu (22/2/2026). Sejak itu, kantor cabang Bank Jambi ramai dipenuhi nasabah yang ingin memastikan keamanan dana mereka. Hasil wawancara Kompas.com menunjukkan beberapa nasabah kehilangan saldo mulai dari Rp17 juta hingga Rp24 juta, termasuk ASN dan pihak swasta.
Gubernur Al Haris menghimbau nasabah bersabar. Proses penggantian kartu ATM tidak bisa sekaligus karena keterbatasan stok. Bank Jambi berkomitmen menambah pasokan agar pelayanan lebih cepat dan lancar.
Nasabah dianjurkan memantau informasi resmi dari Bank Jambi terkait jadwal penggantian kartu ATM agar antrean lebih tertib dan proses aman.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi perbankan untuk memperkuat sistem keamanan dan melindungi dana nasabah. (***)









