JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, masyarakat Indonesia ramai menggadaikan emas untuk kebutuhan konsumsi dan modal kerja. PT Gadai ValueMax Indonesia mencatat lonjakan transaksi gadai emas hingga 500% YoY, terutama logam mulia Antam, UBS, Galeri 24, dan Hartadinata.
Direktur Utama Brian Wiraatmadja menyebut, kenaikan permintaan ini didorong oleh tren harga emas yang terus meningkat dan kebutuhan mendesak masyarakat selama Ramadan. “Tenor gadai yang paling banyak digunakan saat ini adalah empat bulan, dengan opsi perpanjangan cukup membayar bunga,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Fenomena musiman juga terlihat pada perhiasan emas yang dipakai untuk mudik. Setelah Lebaran, perhiasan ini biasanya digadaikan kembali, mendorong peningkatan jumlah akun gadai (NOA) secara signifikan.
Brian menegaskan, perusahaan selalu menjaga likuiditas dan modal di level sehat agar siap melayani semua nasabah, terutama pada puncak permintaan menjelang Lebaran. Keamanan barang jaminan pun menjadi prioritas, dengan monitoring ketat di cabang dan kantor pusat untuk mencegah fraud.
Kenaikan nominal pinjaman gadai tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin bergantung pada gadai emas sebagai solusi finansial cepat menjelang Ramadan dan Lebaran.
Bagi yang ingin memanfaatkan gadai emas, nasabah disarankan memperhatikan harga buyback Antam, UBS, dan Galeri 24, serta menyesuaikan tenor dengan kebutuhan finansial. Strategi ini memastikan dana tersedia tanpa mengorbankan nilai emas sebagai aset jaminan.
PT Gadai ValueMax menegaskan, setiap transaksi diproses transparan dan aman, sehingga kepercayaan nasabah tetap terjaga. Aktivitas gadai emas di periode Ramadan juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi mikro melalui perputaran uang pinjaman masyarakat. (***)









