Ini 4 Kategori Wajib Pajak Bebas Lapor SPT Tahunan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sering kali dianggap berlaku bagi seluruh wajib pajak tanpa pengecualian. Namun, regulasi terbaru menunjukkan bahwa terdapat kelompok tertentu yang dibebaskan dari kewajiban tersebut.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024 yang mengatur ketentuan perpajakan dalam rangka pelaksanaan sistem administrasi perpajakan terbaru pemerintah.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa Direktur Jenderal Pajak memiliki kewenangan menetapkan kriteria wajib pajak tertentu yang tidak wajib menyampaikan SPT Tahunan.

Siapa Saja yang Tidak Wajib Lapor?

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, terdapat empat kategori utama yang dapat dikecualikan dari kewajiban pelaporan SPT, yakni:

  • Wajib pajak dengan penghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
  • Pelaku usaha yang telah menghentikan aktivitas usahanya.
  • Pekerja yang sudah tidak lagi memiliki penghasilan.
  • Pensiunan yang tidak menerima penghasilan tambahan.
Baca Juga :  Resmi! 9 Jalan Tol Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftarnya

Kelompok tersebut sebelumnya dikenal dengan istilah Wajib Pajak Non-Efektif (NE). Dalam sistem terbaru, istilah tersebut telah disesuaikan menjadi Wajib Pajak Nonaktif.

Perubahan di Era Coretax

Implementasi sistem inti administrasi perpajakan atau Coretax yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak membawa sejumlah perubahan, termasuk penyederhanaan terminologi dan mekanisme administrasi.

Wajib pajak yang telah ditetapkan berstatus nonaktif tidak lagi memiliki kewajiban melaporkan SPT sejak tahun pajak ditetapkan. Selain itu, mereka juga tidak dikenakan sanksi administrasi atas ketidakpatuhan pelaporan.

Baca Juga :  Core Tax Berlaku, Ini yang Harus Disiapkan Wajib Pajak Jelang SPT 2025

Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memastikan status perpajakannya secara resmi melalui sistem DJP. Jika kondisi ekonomi berubah—misalnya kembali memiliki penghasilan atau membuka usaha—status wajib pajak dapat diaktifkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Pentingnya Validasi Status Pajak

Pakar perpajakan menilai kebijakan ini bertujuan menciptakan administrasi pajak yang lebih adil dan proporsional. Dengan pengecualian tersebut, pemerintah berupaya menyesuaikan kewajiban pelaporan dengan kondisi riil ekonomi masyarakat.

Meski begitu, transparansi dan pembaruan data tetap menjadi hal penting agar tidak terjadi kesalahan administrasi di masa depan.

Berita Terkait

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa
Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal
Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya
Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening, Ini Penjelasan Menkeu Suahasil
BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah Masih Jadi Perhatian Investor
ITS Kembangkan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Berbasis AI
KPK Minta Nusron Wahid Kooperatif Usai Dua Kali Absen Pemeriksaan
Singapura Soroti Karhutla di Indonesia, 7 Perusahaan Masuk Perhatian
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Besar, Indonesia Disebut Seluas Eropa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Pemerintah Siapkan Aturan Data Center, Investor Asing Diminta Gandeng Pengusaha Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Elon Musk Siapkan Saham SpaceX untuk Anak-Anak Amerika, Ini Rencananya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Gaji PNS Tetap Ditransfer ke Rekening, Ini Penjelasan Menkeu Suahasil

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:54 WIB

BI Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah Masih Jadi Perhatian Investor

Berita Terbaru