SUNGAIPENUH-Kebakaran melanda SMP Negeri 2 Sungai Penuh pada Kamis pagi (19/2/2026), memicu kepanikan warga dan aktivitas pemadaman oleh petugas. Peristiwa terjadi sekitar pagi hari dan mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas serta area kantin sekolah. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran aparat berwenang.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, api pertama kali terlihat berasal dari bagian belakang sekolah, tepatnya di area kantin. Kantin tersebut diketahui terbuat dari material kayu, yang diduga mempercepat perambatan api. Saksi menyebut kobaran api cepat membesar sebelum petugas tiba.
Seorang saksi menuturkan bahwa sebelum api membesar, terdengar suara ledakan dari arah kantin. Selain itu, tercium bau gas yang cukup menyengat. Kondisi ini memunculkan dugaan awal adanya sumber api yang berkaitan dengan peralatan atau tabung gas di kantin.
“Api berasal dari belakang, dari kantin sekolah. Bangunan kantin terbuat dari kayu, jadi api cepat membesar,” ujar saksi di sekitar lokasi kejadian. Pernyataan tersebut memperkuat indikasi awal bahwa titik api berada di fasilitas penunjang sekolah tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Kota Sungai Penuh menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan resmi terkait asal-usul kebakaran. Petugas fokus melakukan pemadaman serta memastikan api tidak kembali menyala.
“Api sudah padam, saat ini kami melakukan pendinginan di lokasi,” ungkap perwakilan Damkar. Pendinginan dilakukan untuk mengantisipasi bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang di struktur bangunan yang terdampak.
Di lokasi kejadian, terlihat beberapa ruang kelas mengalami kerusakan signifikan. Area kantin menjadi salah satu bagian dengan dampak terparah akibat material kayu yang mudah terbakar. Tidak ada laporan resmi mengenai korban jiwa hingga berita ini disusun.
Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak sekolah dan pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi keamanan fasilitas untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









