SUNGAIPENUH Pengaspalan jalan nasional di jantung Sungai Penuh mulai dikerjakan pada Februari 2026. Pekerjaan terlihat berlangsung pada Senin malam, dengan aktivitas pengelupasan aspal lama menggunakan alat berat serta kendaraan roda empat dan enam yang mengangkut material hasil kupasan untuk dibuang.
Pantauan di lapangan menunjukkan pekerjaan terfokus di kawasan Lapangan Merdeka dan Jalan Martadinata, yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat Kota Sungai Penuh. Proses pengelupasan aspal dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan permukaan jalan sebelum tahap lanjutan perbaikan.
Dimulainya pekerjaan tersebut disambut positif oleh warga. Pasalnya, ruas jalan nasional di pusat kota itu disebut sudah lebih dari 15 tahun tidak dilakukan pengaspalan menyeluruh dan selama ini hanya mendapatkan penanganan tambal sulam setiap tahunnya.
Kondisi jalan yang tidak rata, berlubang, dan mudah tergenang air dinilai mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan. Karena itu, masyarakat berharap pekerjaan yang sedang berlangsung bukan sekadar perbaikan sementara.
Pimpinan Redaksi Kayonews.co.id, Dedi Dora, menilai pengaspalan ulang jalan nasional di pusat Kota Sungai Penuh sudah sangat layak dilakukan. Selain faktor kelayakan, pengaspalan menyeluruh dinilai akan meningkatkan estetika kawasan pusat kota.
Menurutnya, hingga kini belum ada kepastian apakah pekerjaan tersebut merupakan pengaspalan ulang secara menyeluruh atau masih bersifat tambal sulam. Namun, harapan publik jelas agar perbaikan dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Jalan nasional di pusat kota ini sudah tidak layak lagi jika hanya ditambal. Kita berharap dilakukan pengaspalan ulang agar hasilnya lebih baik dan tahan lama,” ujarnya.
Di lapangan, sejumlah pekerja tampak aktif melakukan pengelupasan aspal lama. Diketahui, tenaga kerja yang terlibat merupakan pekerja dari pengusaha lokal Kota Sungai Penuh bernama Hendra Oyong, yang dikenal masyarakat dengan sebutan Pak Sihok. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









