KAYONEWS- Gerakan 3S (Sebutir Telur, Segemgam Beras, Seribu Rupiah) yang dipopulerkan Wali Kota Sungai Penuh Alfin kian mendapat perhatian. Konsep sederhana namun konsisten tersebut kini menginspirasi Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam upaya serius menekan angka stunting melalui pola gerakan serupa yang melibatkan seluruh aparatur sipil negara.
Pemkab Kerinci secara resmi meluncurkan inovasi SECANTING (Senin Cegah Stunting) yang mulai diterapkan pada Senin, 2 Januari 2026. Program ini dijalankan sebagai bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan DPPKBPP&PA Kabupaten Kerinci sebagai leading sector pelaksana.
Melalui SECANTING, setiap hari Senin seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci diajak berpartisipasi aktif dalam aksi nyata pencegahan stunting. Partisipasi ini dikemas dalam bentuk gotong royong sederhana namun berkelanjutan.
“Senin, jangan lupa bawa telur, beras, dan uang tunai Rp2.000,” menjadi pesan simbolik yang terus digaungkan. Tiga unsur tersebut merepresentasikan kepedulian kolektif ASN terhadap pemenuhan gizi anak dan dukungan langsung kepada keluarga berisiko stunting.
Program ini tidak hanya bertujuan menurunkan prevalensi stunting, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan keterlibatan ASN secara konsisten, diharapkan intervensi gizi dan pendampingan keluarga dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
Langkah Pemkab Kerinci ini dinilai sejalan dengan semangat Gerakan 3S yang sebelumnya digaungkan di Kota Sungai Penuh, yakni mengedepankan aksi nyata, kesederhanaan, dan konsistensi dalam menjawab persoalan sosial yang krusial.
Melalui SECANTING, Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan komitmennya untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus menempatkan pencegahan stunting sebagai agenda bersama, bukan hanya tanggung jawab sektor tertentu. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Fanda Yosephta









