Penggabungan OPD 2026 Kota Sungai Penuh: Siapa Jadi Kadis dan Kabid?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAIPENUH – Penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi salah satu langkah penataan birokrasi yang kini banyak dilakukan pemerintah daerah. Namun, muncul pertanyaan besar di kalangan ASN: siapa yang akan menjadi kepala dinas ketika dua, tiga, atau lebih OPD digabung?

Aturan mengenai hal ini tidak ditentukan secara otomatis dalam PP 72 Tahun 2019, tetapi mengikuti mekanisme yang telah ditegaskan dalam PP 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Syamsu Arifin mantan Wakil Ketua DPRD Kerinci periode 2001 – 2006 mengungkapkan, dalam penataan ini, pemerintah daerah terlebih dahulu menetapkan Peraturan Daerah mengenai struktur organisasi baru. Setelah SOTK baru disahkan,

BKPSDM melakukan pemetaan pegawai, terutama terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama seperti para kepala dinas, serta pejabat administrator dan pengawas.

Proses pemetaan ini harus berbasis sistem merit, yaitu mengutamakan kualifikasi, kompetensi, rekam jejak, integritas, dan kinerja.

Pengisian pertama kali jabatan pada OPD hasil gabungan dilakukan berdasarkan Pasal 124 ayat (4) PP 18 Tahun 2016, yang menyatakan bahwa pejabat yang dikukuhkan adalah mereka yang telah memegang jabatan setingkat dengan jabatan yang akan diisi.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Diperpanjang, Ini Kabar Terbaru Kontrak dan Masa Kerja PPPK 2026

“Artinya, kepala dinas baru tidak otomatis diambil dari salah satu kadis lama, tetapi dari pejabat JPT Pratama mana pun yang paling memenuhi syarat sesuai hasil pemetaan,” ujarnya

Dalam praktiknya, kata dia,  kepala daerah dapat mengukuhkan salah satu kepala dinas lama, mengangkat pejabat JPT lain, atau melakukan rotasi setelah berkonsultasi dengan KASN sesuai ketentuan manajemen ASN. Pejabat administrator seperti kabid atau kabag juga akan disesuaikan melalui mekanisme pengukuhan dan mutasi yang mengikuti kaidah kualifikasi dan kompetensi jabatan.

PP 72 Tahun 2019 sendiri tidak mengatur siapa yang otomatis menjadi kepala dinas dalam OPD yang digabung, namun menambahkan aturan khusus untuk Inspektorat Daerah. Pasal 99A dan 99B menetapkan bahwa pengisian, mutasi, atau pemberhentian Inspektur Daerah harus melalui supervisi dan konsultasi dengan Menteri Dalam Negeri atau Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat. Aturan ketat ini tidak berlaku untuk pengisian posisi kepala dinas lainnya.

Baca Juga :  Perebutan Kursi Kepala OPD Sungai Penuh Dimulai, Sejumlah Nama Mencuat

Dengan demikian, proses penentuan kepala dinas dan pejabat lain di OPD hasil gabungan tidak bergantung pada senioritas atau asal dinas lama, tetapi pada hasil analisis kebutuhan jabatan dan kesesuaian kompetensi. Kepala daerah memiliki kewenangan menetapkan pejabat, tetapi tetap terikat pada prinsip sistem merit sesuai amanat undang-undang ASN.

Penetapan pejabat setelah penggabungan OPD akan diakhiri dengan penerbitan SK pengukuhan dan SK mutasi. Seluruh proses ini bertujuan memastikan organisasi baru berjalan efektif, pejabat terpilih sesuai kompetensi, dan pelayanan publik tetap optimal meskipun terjadi restrukturisasi besar. Dengan alur ini, pemerintah daerah diharapkan mampu melakukan penataan OPD tanpa menimbulkan kekosongan jabatan maupun polemik di internal ASN. (fyo)

Penulis : Fanda Yosephta

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Kekayaan Bovi Handriyanto, Kadis Pendidikan Sungai Penuh yang Baru Dilantik, Tembus Rp2,18 Miliar
BREAKING NEWS: Lima Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dilantik, Ini Nama-namanya
Gaji PPPK Sungai Penuh 2027 Tetap Dianggarkan APBD, DPRD Tunggu Aturan Pusat
38 Kepala Sekolah SMPN dan SDN Kota Sungai Penuh Dilantik, Wawako Tegaskan Jangan Ada Pungutan Berkedok Komite
Ini Daftar Lengkap 38 Kepala Sekolah SMP dan SD Negeri Sungai Penuh yang Dilantik Wawako
15 Peserta Terbaik Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Ini Nama dan Nilainya
Pemkot Sungai Penuh Gandeng BPKP Jambi, Tata Kelola dan Akuntabilitas Jadi Sorotan
DPRD Sungai Penuh Bakal Panggil Kadis Pemdes soal Bimtek BPD di Jambi, Khaidir Soroti Keluhan Peserta
Berita ini 356 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Kekayaan Bovi Handriyanto, Kadis Pendidikan Sungai Penuh yang Baru Dilantik, Tembus Rp2,18 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

BREAKING NEWS: Lima Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Dilantik, Ini Nama-namanya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Gaji PPPK Sungai Penuh 2027 Tetap Dianggarkan APBD, DPRD Tunggu Aturan Pusat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:40 WIB

38 Kepala Sekolah SMPN dan SDN Kota Sungai Penuh Dilantik, Wawako Tegaskan Jangan Ada Pungutan Berkedok Komite

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Ini Daftar Lengkap 38 Kepala Sekolah SMP dan SD Negeri Sungai Penuh yang Dilantik Wawako

Berita Terbaru

Hukum

KPK Terbitkan Sprindik Baru TPPU Fadia Arafiq

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:02 WIB