10 Mata Uang Paling Lemah Tahun 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EKONOMI-Awal tahun 2026 ditandai dengan melemahnya nilai tukar sejumlah mata uang dunia. Tekanan ekonomi global, inflasi tinggi, hingga gejolak politik membuat sejumlah negara mengalami depresiasi ekstrem terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Di tengah gejolak tersebut, rial Iran menjadi salah satu yang paling terpuruk, sementara rupiah Indonesia turut masuk dalam daftar mata uang bernilai rendah tahun ini.

Daftar 10 Mata Uang Ternilai Terendah Tahun 2026

1. Pound Lebanon (LBP)

Pound Lebanon berada di posisi pertama mata uang terlemah. Nilainya anjlok hingga 0,000011 dolar AS atau sekitar Rp0,19. Krisis ekonomi berkepanjangan, korupsi, serta ketidakstabilan politik membuat LBP jatuh jauh.

2. Rial Iran (IRR)

Rial Iran menjadi sorotan dunia setelah nilai tukarnya sempat mencapai 1,42 juta rial per dolar AS. Dalam rupiah, satu rial setara Rp0,40. Depresiasi tajam ini dipicu aksi protes nasional, inflasi tinggi, dan tekanan ekonomi internal.

Baca Juga :  Cashback Shopee Mall 2026: Bisa Dapat Hingga Rp100 Ribu, Ini Caranya

3. Dong Vietnam (VND)

Satu dong bernilai 0,000038 dolar AS, atau Rp0,64. Tekanan berasal dari kebijakan suku bunga tinggi AS dan berkurangnya aktivitas ekspor Vietnam.

4. Kip Laos (LAK)

Kip Laos bernilai 0,000046 dolar AS, setara Rp0,78. Melemahnya kip dipengaruhi utang luar negeri yang massif serta perlambatan ekonomi.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Rupiah menempati peringkat kelima mata uang terlemah. Nilainya berada di sekitar 0,000059 dolar AS atau Rp16.869 per dolar AS. Tekanan eksternal dan hambatan perdagangan membuat rupiah melemah meski ekonomi nasional tetap bertumbuh.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Som Uzbekistan bernilai 0,00008 dolar AS. Inflasi tinggi, lemahnya pertumbuhan ekonomi, serta korupsi turut menekan nilai mata uang ini.

Baca Juga :  Dolar AS Melejit ke Rp17.600, Strategi Ekonomi Habibie Kembali Jadi Sorotan Publik

7. Franc Guinea (GNF)

Franc Guinea hanya bernilai 0,000115 dolar AS. Konflik internal, tingginya inflasi, dan arus pengungsi menjadi faktor utama depresiasi.

8. Franc Burundi (BIF)

Satu franc Burundi bernilai 0,00011 dolar AS, atau Rp5,68. Mata uang negara di Afrika Timur ini tertekan akibat minimnya diversifikasi ekonomi dan kondisi sosial-politik yang labil.

9. Malagasy Ariary (MGA)

Ariary Madagaskar bernilai 0,00021 dolar AS. Meskipun memiliki kekayaan alam melimpah, arus investasi rendah dan struktur ekonomi yang lemah membuat nilainya tidak dapat bersaing.

10. Guarani Paraguay (PYG)

Guarani berada di level 6.619 per dolar AS. Tingginya inflasi, masalah tata kelola, dan peredaran uang palsu menjadi penyebab pelemahannya.

Berita Terkait

Pelajar Bisa Cuan dari Rumah, Ini Cara Cari Uang Online yang Fleksibel
Mau Dapat Uang dari TikTok? Ini Panduan Mudah untuk Pemula
Catat Jadwal Promo Shopee Juni 2026, Ada Diskon hingga 60 Persen dan Flash Sale Murah
Tokopedia Banjir Diskon Bulan Ini, Flash Sale dan Voucher Jadi Incaran
Cara Top Up DANA Tanpa Biaya Admin 2026, Bisa Gratis Transfer
Mobil Tua Bisa Diasuransikan All Risk? Ini Syarat dan Biayanya
Ide Usaha Depan Rumah yang Praktis, Modal Kecil Untung Besar
Arab Saudi Umumkan Penyelenggara Haji Terbaik 2026, Terbaik Dari Negara Ini
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pelajar Bisa Cuan dari Rumah, Ini Cara Cari Uang Online yang Fleksibel

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:00 WIB

Mau Dapat Uang dari TikTok? Ini Panduan Mudah untuk Pemula

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:00 WIB

Catat Jadwal Promo Shopee Juni 2026, Ada Diskon hingga 60 Persen dan Flash Sale Murah

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Tokopedia Banjir Diskon Bulan Ini, Flash Sale dan Voucher Jadi Incaran

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:12 WIB

Cara Top Up DANA Tanpa Biaya Admin 2026, Bisa Gratis Transfer

Berita Terbaru

Ekonomi

Mau Dapat Uang dari TikTok? Ini Panduan Mudah untuk Pemula

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:00 WIB