Kabupaten Kerinci mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian kinerja pelayanan publik tahun 2025 yang dirilis Kementerian PAN-RB. Dalam hasil evaluasi nasional tersebut, Kerinci meraih nilai indeks 4,08 dengan kategori A-, sekaligus menempati peringkat kedua terbaik se-Provinsi Jambi. Capaian ini disahkan melalui Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tertanggal 9 Januari 2026.
Peringkat tinggi tersebut menempatkan Kerinci tepat di bawah Kabupaten Batang Hari yang berada di posisi pertama dengan indeks 4,32. Kerinci juga tercatat melampaui Pemerintah Provinsi Jambi yang berada di peringkat ketiga dengan nilai 4,03. Posisi ini ikut memperlihatkan konsistensi Pemkab Kerinci dalam menjalankan reformasi birokrasi serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Prestasi Kerinci turut mengungguli sejumlah daerah lain seperti Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan beberapa kabupaten/kota lain di Provinsi Jambi. Evaluasi yang dilakukan KemenPAN-RB ini menjadi gambaran objektif mengenai komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.
Menanggapi capaian tersebut, Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur serta masyarakat Kabupaten Kerinci. Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar angka atau peringkat, melainkan momentum untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik agar semakin dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kerinci.
Monadi mengatakan pihaknya terus mengutamakan inovasi, perbaikan sistem, serta peningkatan integritas ASN di setiap perangkat daerah. Menurutnya, pelayanan publik harus berjalan tanpa berbelit, mudah diakses, dan memberikan kepastian bagi warga. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan agar sejalan dengan ekspektasi publik.
Dalam kesempatan itu, Monadi menegaskan Pemkab Kerinci akan terus melakukan evaluasi internal demi memperbaiki sektor-sektor pelayanan yang masih memerlukan peningkatan. Ia berharap capaian kategori A- ini menjadi motivasi agar Kerinci ke depan tidak hanya unggul dalam penilaian, tetapi juga menjadi contoh praktik pelayanan publik terbaik di tingkat regional.
Sementara itu, hasil evaluasi KemenPAN-RB menunjukkan adanya daerah yang masih perlu mendapat perhatian serius.
Secara keseluruhan, penilaian KemenPAN-RB tahun ini menjadi bahan refleksi bagi seluruh pemerintah daerah di Jambi untuk memperkuat reformasi birokrasi dan mempercepat peningkatan kualitas layanan publik.
Evaluasi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang semakin profesional, responsif, dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. (fyo)
Penulis : Fanda Yosephta
Editor : Dedi Dora









