Gejolak Politik Thailand Berujung Pembubaran Parlemen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTAPemerintah Thailand resmi membubarkan parlemen, sebuah langkah politik besar yang membuka jalan bagi penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) lebih awal dari jadwal semula. Keputusan ini diambil setelah kebuntuan politik di parlemen dinilai tidak lagi memungkinkan jalannya pemerintahan secara efektif.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengajukan pembubaran parlemen kepada Raja Maha Vajiralongkorn, yang kemudian mengesahkan permintaan tersebut melalui dekrit kerajaan. Pengumuman resmi dimuat dalam Lembaran Negara Kerajaan pada Jumat (12/12) waktu setempat.

Dengan diterbitkannya dekrit itu, Thailand diwajibkan menggelar pemilu dalam kurun waktu 45 hingga 60 hari, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Konflik Politik Tak Kunjung Usai

Juru bicara pemerintah, Siripong Angkasakulkiat, menjelaskan bahwa keputusan pembubaran parlemen tidak terlepas dari konflik berkepanjangan dengan Partai Rakyat, kelompok oposisi terbesar di legislatif.

Baca Juga :  Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina Dihukum Mati, Dianggap Pusat Kejahatan dalam Krisis 2024

Menurutnya, perbedaan pandangan yang tajam membuat agenda pemerintahan sulit dijalankan. Ancaman mosi tidak percaya dari oposisi semakin mempersempit ruang kompromi di parlemen.

Situasi tersebut akhirnya mendorong pemerintah memilih jalur konstitusional dengan mengembalikan keputusan politik kepada rakyat melalui pemilu.

Ketegangan Perbatasan Tetap Jadi Perhatian

Langkah politik ini diambil saat Thailand masih menghadapi eskalasi konflik di wilayah perbatasan dengan Kamboja. Bentrokan bersenjata yang berlangsung selama beberapa hari terakhir dilaporkan menelan korban jiwa dan melukai ratusan orang di kedua negara.

Anutin memastikan pembubaran parlemen tidak akan memengaruhi kesiapan militer. Operasi pengamanan di wilayah perbatasan, kata dia, tetap berjalan seperti biasa demi menjaga stabilitas nasional.

Baca Juga :  Formasi Guru CPNS 2026 Capai 400 Ribu, Peluang Lolos ASN Makin Besar untuk Fresh Graduate Pendidikan

Dalam pernyataannya kepada publik, Anutin menegaskan bahwa rakyat kini menjadi penentu arah politik Thailand selanjutnya.

Ekonomi Tertekan, Koalisi Retak

Di luar persoalan politik dan keamanan, Thailand juga tengah berjuang memulihkan ekonomi yang tertekan. Tingginya utang rumah tangga, lemahnya konsumsi, serta dampak kebijakan tarif Amerika Serikat disebut memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Ketidakpastian politik dinilai memperburuk sentimen pasar dan menambah tekanan terhadap perekonomian domestik.

Keruntuhan koalisi pemerintahan terjadi setelah Partai Bhumjaithai menarik dukungan dan gagal mencapai kesepakatan lanjutan dengan Partai Rakyat. Oposisi menilai pemerintah tidak konsisten terhadap komitmen reformasi, termasuk wacana perubahan konstitusi.

Pemimpin Partai Rakyat, Natthaphong Ruengpanyawut, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya mendorong reformasi melalui mekanisme parlemen, namun tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.(***)

Berita Terkait

Mulai Juli 2026, Turis yang Tinggalkan Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu
Tito Karnavian Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK Meski Efisiensi Anggaran
Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap
Pemerintah Bidik 64 Juta UMKM Masuk Sistem Pajak Formal, Tax Ratio Dikejar 13%
Mendagri Ungkap Penyebab Puluhan Pemda Kesulitan Bayar PPPK
Harapan Pemekaran Kerinci Hilir Menguat, DPR RI Desak Pemerintah Tuntaskan Aturan Daerah Otonom Baru
Lowongan Anggota Badan Supervisi OJK Dibuka, Simak Syarat Lengkapnya
Tito Karnavian Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru, APBD Terancam Membengkak
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00 WIB

Mulai Juli 2026, Turis yang Tinggalkan Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:05 WIB

Tito Karnavian Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK Meski Efisiensi Anggaran

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kejayaan Nvidia Guncang, Rp23.000 Triliun Nilai Pasar Chip AI Lenyap

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pemerintah Bidik 64 Juta UMKM Masuk Sistem Pajak Formal, Tax Ratio Dikejar 13%

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:00 WIB

Mendagri Ungkap Penyebab Puluhan Pemda Kesulitan Bayar PPPK

Berita Terbaru