Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026 Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Bagaimana Prospeknya?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah Rp18.022 pada penutupan perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Pelemahan ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75%.

Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures yang dikutip Bisnis.com, rupiah terkoreksi 30 poin atau 0,17% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan tersebut kembali membawa rupiah melewati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena nilai tukar rupiah memengaruhi biaya impor, pembayaran utang dalam valuta asing, dan harga sejumlah barang. Pelemahan rupiah juga dapat meningkatkan tekanan biaya bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 11 Agustus 2026: Sempat Menguat 0,79%, Bagaimana Pergerakannya?

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan turut memengaruhi pergerakan rupiah. Namun, meredanya tekanan di pasar saham domestik membantu membatasi pelemahan mata uang Indonesia.

Di pasar Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS berlangsung bervariasi. Dolar Taiwan menguat 0,64%, sedangkan rupee India naik 0,27% dan won Korea Selatan menguat 0,19%. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,43% dan baht Thailand turun 0,13%.

Untuk perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. Proyeksi tersebut menjadi acuan pelaku pasar dalam mencermati arah pergerakan mata uang domestik.

Baca Juga :  Malaysia Batasi Pembelian BBM RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Warga dan Turis

Meski demikian, pergerakan rupiah tetap bergantung pada perkembangan pasar keuangan global, permintaan dolar AS, dan respons investor terhadap kebijakan moneter. Karena itu, kisaran tersebut merupakan perkiraan analis, bukan jaminan nilai tukar akan bergerak sesuai proyeksi.

Masyarakat dan pelaku usaha perlu mencermati perkembangan kurs sebelum melakukan transaksi valuta asing. Sementara itu, investor sebaiknya mempertimbangkan risiko nilai tukar dan kondisi pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan keuangan. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

IHSG Hari Ini 22 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Intip 4 Saham Pilihan dan Target Harganya
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Oktober 2026: Antam Rp2,593 Juta, UBS dan Galeri 24 Berapa?
Harga Emas Antam di Pegadaian 22 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,593 Juta, Buyback Rp2,332 Juta
Harga BBM Hari Ini 22 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar, dan Sumut: Pertamax hingga Dexlite
Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?
IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks
Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya
IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

IHSG Hari Ini 22 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Intip 4 Saham Pilihan dan Target Harganya

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:04 WIB

Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026 Tembus Rp18.022 per Dolar AS, Bagaimana Prospeknya?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 22 Oktober 2026: Antam Rp2,593 Juta, UBS dan Galeri 24 Berapa?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian 22 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,593 Juta, Buyback Rp2,332 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Bunga Deposito BCA, BRI, BNI, dan Mandiri Oktober 2026: Simulasi Rp100 Juta, Mana Paling Untung?

Berita Terbaru