Jakarta-– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama kenaikan indeks, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Bisnis.com, IHSG naik 0,94% ke level 5.328,360. Indeks sempat menyentuh level terendah 5.185,360 sebelum mengakhiri perdagangan di posisi tertingginya pada hari itu.
Penguatan indeks terjadi di tengah perhatian investor terhadap keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75%. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan pasar saham dan perubahan sentimen investasi di dalam negeri.
Saham BBCA menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG. Saham perbankan tersebut menguat 1,44% dan menyumbang 6,83 poin terhadap indeks. Posisi berikutnya ditempati BREN yang melonjak 8% dengan kontribusi sebesar 6,21 poin.
Selain kedua saham tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) turut menopang indeks setelah naik 2,91%. Saham ini memberikan kontribusi 5,53 poin terhadap penguatan IHSG. Sementara itu, saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) menguat 3,01% dan menyumbang 4,91 poin.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang naik 5,10%. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) turut menguat 0,72%. Keduanya masing-masing memberikan kontribusi sebesar 3,30 poin dan 2,94 poin terhadap IHSG.
Berikutnya, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 3,48%, sedangkan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menguat 3,74%. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga naik 1,33% dan menyumbang 2,43 poin terhadap indeks.
Sementara itu, saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) mencatat kenaikan persentase tertinggi di antara 10 saham penopang tersebut. Saham CARE melonjak 24,83% dengan kontribusi 1,83 poin terhadap IHSG. Secara keseluruhan, sebanyak 384 saham menguat, 328 saham melemah, dan 251 saham bergerak stagnan.
Daftar 10 Saham Penopang IHSG pada 21 Oktober 2026
- BBCA: naik 1,44%, kontribusi 6,83 poin.
- BREN: naik 8,00%, kontribusi 6,21 poin.
- TLKM: naik 2,91%, kontribusi 5,53 poin.
- BYAN: naik 3,01%, kontribusi 4,91 poin.
- TPIA: naik 5,10%, kontribusi 3,30 poin.
- BBRI: naik 0,72%, kontribusi 2,94 poin.
- BRPT: naik 3,48%, kontribusi 2,92 poin.
- BRMS: naik 3,74%, kontribusi 2,67 poin.
- ASII: naik 1,33%, kontribusi 2,43 poin.
- CARE: naik 24,83%, kontribusi 1,83 poin.
Pergerakan saham-saham tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG mendapat dukungan dari sejumlah emiten perbankan, telekomunikasi, energi, dan sektor lainnya. Namun, kenaikan indeks tidak berarti seluruh saham mengalami penguatan.
Investor perlu memperhatikan fundamental emiten, valuasi, likuiditas, dan risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi. Kenaikan harga dalam satu sesi perdagangan juga tidak menjamin saham akan melanjutkan penguatan pada hari berikutnya.
Disclaimer: Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko dan analisis masing-masing investor.
FAQ
1. Berapa IHSG pada penutupan 21 Oktober 2026?
IHSG ditutup pada level 5.328,360, naik 0,94% dibandingkan penutupan sebelumnya.
2. Saham apa yang paling besar mendorong kenaikan IHSG?
BBCA menjadi kontributor terbesar dengan sumbangan 6,83 poin, disusul BREN sebesar 6,21 poin.
3. Saham apa yang naik paling tinggi dalam daftar 10 penopang IHSG?
CARE mencatat kenaikan 24,83%, sedangkan BREN menguat 8%.
4. Apakah kenaikan IHSG berarti semua saham naik?
Tidak. Sebanyak 384 saham menguat, 328 saham melemah, dan 251 saham stagnan pada perdagangan tersebut.
5. Apakah saham BBCA dan BREN layak dibeli setelah menguat?
Kenaikan harian saja tidak cukup untuk menentukan kelayakan investasi. Investor perlu menilai valuasi, fundamental, prospek bisnis, serta risiko penurunan harga. (*)
Editor : FANDA YOSEPHTA









