Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Nilai tukar rupiah bahkan menembus Rp18.000 per dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip laporan Investor Daily, rupiah ditutup pada level Rp18.022 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 30 poin atau 0,17% dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp17.992 per dolar AS.

Pelemahan ini menjadi perhatian karena pergerakan kurs dapat memengaruhi biaya impor, kebutuhan valuta asing, dan keputusan investasi. Namun, dampaknya terhadap perekonomian tidak selalu terjadi secara langsung.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75%. Suku bunga Deposit Facility tetap 4,75%, sedangkan Lending Facility berada di level 6,50%.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyoroti keputusan BI tersebut sebagai salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Menurut laporan yang dikutip, BI telah mempertahankan suku bunga acuan selama tiga pertemuan berturut-turut.

Baca Juga :  Baterai Magnetik Pertama untuk Galaxy S26, Desain dan Fitur AI Ikut Terkuak

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan tersebut menjadi perhatian investor karena berpotensi memengaruhi pasar energi dan sentimen terhadap aset berisiko.

Dari Amerika Serikat, data inflasi konsumen dan produsen September tercatat lebih tinggi daripada perkiraan. Perkembangan tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga Federal Reserve menjelang akhir 2026.

Lantas, apakah pelemahan rupiah akan membuat harga barang semakin mahal? Produk impor, bahan baku industri, komponen elektronik, dan sejumlah komoditas berpotensi mengalami kenaikan biaya ketika dolar menguat. Meski demikian, perubahan harga di tingkat konsumen bergantung pada biaya impor, kontrak perusahaan, persediaan, dan kebijakan penjual. Masyarakat serta pelaku usaha perlu mencermati pergerakan kurs dan keputusan bank sentral dalam beberapa waktu ke depan.

FAQ Rupiah Hari Ini

1. Berapa nilai rupiah terhadap dolar AS pada 21 Oktober 2026?

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Konflik AS-Iran Jadi Pemicu Utama

Rupiah ditutup pada Rp18.022 per dolar AS, melemah 0,17% dibandingkan penutupan sebelumnya.

2. Mengapa rupiah melemah ke atas Rp18.000?

Faktor yang disorot meliputi ketidakpastian geopolitik, perkembangan inflasi AS, ekspektasi kebijakan Federal Reserve, dan sentimen pasar terhadap kebijakan moneter.

3. Berapa BI Rate pada Oktober 2026?

Bank Indonesia mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%, berdasarkan laporan yang menjadi sumber artikel ini.

4. Apakah rupiah melemah membuat harga barang naik?

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya barang impor dan bahan baku dalam dolar. Namun, dampaknya terhadap harga konsumen bergantung pada kondisi masing-masing produk dan perusahaan.

5. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli dolar AS?

Keputusan membeli dolar perlu mempertimbangkan tujuan transaksi, jangka waktu, kebutuhan valuta asing, biaya penukaran, dan risiko perubahan kurs. Pergerakan rupiah tidak menjamin keuntungan dari pembelian dolar.(*)

Berita Terkait

IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks
IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor
Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram
Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate
BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,49%, Saham MBMA dan DEWA Melonjak
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar dan Sumut, Pertamax hingga Dexlite
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:18 WIB

IHSG Menguat 0,94%, BBCA dan BREN Jadi Penopang Utama, Ini 10 Saham Penggerak Indeks

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Rupiah Di Tutup Melemah ke Rp18.022 per Dolar AS, Harga Barang Bisa Terdampak? Ini Penyebabnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WIB

IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis

Berita Terbaru