IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit setelah sempat anjlok lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya ditutup menguat 0,94% ke level 5.328,36.

Pemulihan ini menjadi perhatian investor setelah IHSG bergerak sangat fluktuatif sepanjang perdagangan. Indeks sempat menguat sekitar 0,6% pada pembukaan, sebelum berbalik melemah dan masuk zona merah.

Tekanan jual bahkan membawa IHSG terkoreksi lebih dari 1%. Pada penutupan sesi pertama, indeks masih melemah sekitar 0,8%. Namun, kondisi pasar berangsur membaik hingga IHSG kembali menguat menjelang penutupan.

Baca Juga :  Rekomendasi Aplikasi Investasi Aman dan Terdaftar OJK

Salah satu sentimen positif yang menjadi perhatian pasar adalah keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75% pada Oktober 2026. Kebijakan tersebut memberikan kepastian mengenai arah suku bunga dalam jangka pendek.

Bagi investor saham, keputusan BI memiliki arti penting karena suku bunga dapat memengaruhi biaya pinjaman, konsumsi, dan keputusan investasi perusahaan. Namun, dampaknya terhadap harga saham berbeda-beda, bergantung pada kondisi keuangan dan prospek bisnis setiap emiten.

Saham perbankan juga menjadi perhatian setelah BI mempertahankan suku bunga. Stabilitas suku bunga dapat memengaruhi biaya dana dan margin bunga bank, meskipun hasil akhirnya bergantung pada strategi pendanaan serta kualitas kredit masing-masing perusahaan.

Baca Juga :  IHSG Hari Ini Menguat ke 6.198, Saham BREN, ICBP, dan BUVA Bersinar: Peluang Investasi atau Saat Tepat Ambil Untung?

Di sisi lain, kenaikan IHSG belum otomatis menandakan pasar memasuki tren penguatan yang berkelanjutan. Investor masih perlu mencermati pergerakan rupiah, arus modal asing, sentimen global, serta volume transaksi pada perdagangan berikutnya.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengejar saham yang naik tajam dalam satu hari. Memeriksa laporan keuangan, valuasi, dan risiko investasi tetap penting sebelum membeli saham. Kemampuan IHSG mempertahankan penguatan juga menjadi salah satu indikator yang layak diperhatikan. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram
Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate
BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,49%, Saham MBMA dan DEWA Melonjak
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Jambi, Sumbar dan Sumut, Pertamax hingga Dexlite
Euro Tertekan terhadap Dolar AS, UOB Prediksi EUR/USD Bergerak di Kisaran Ini
Suku Bunga AS Bertahan di 3,75–4 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed 28 Oktober
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35 WIB

IHSG Hari Ini Bangkit 0,94% ke 5.328,36, BI Rate 5,75% Jadi Sorotan Investor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Harga Emas Pegadaian 21 Oktober 2026 Turun Semua, Antam Kini Rp2,603 Juta per Gram

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.987, Yield SUN 10 Tahun Diprediksi 7,45%, Ini Obligasi Pilihan Analis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:57 WIB

IHSG Hari Ini 21 Oktober 2026 Menguat, Investor Menanti Keputusan BI Rate

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:49 WIB

BI Rate Diprediksi Naik Jadi 6% pada Oktober 2026, Rupiah Tembus Rp17.995 per Dolar AS

Berita Terbaru