BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Bank Indonesia (BI) menyiapkan intervensi pasar dan insentif lindung nilai untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak keuangan global.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, bank sentral mengandalkan intervensi pasar spot, transaksi non-deliverable forward (NDF), dan domestic non-deliverable forward (DNDF).

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi ketidakpastian kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan inflasi yang masih tinggi.

Meski demikian, BI menilai peluang kenaikan suku bunga AS pada Oktober 2026 semakin kecil. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Tajam ke Rp17.511 per Dolar AS, IKK Naik Jadi 118,5

BI juga memberikan insentif biaya lindung nilai atau hedging sejak akhir Juni 2026. Kebijakan tersebut bertujuan membantu pelaku pasar mengelola risiko perubahan kurs.

Menurut Destry, instrumen swap dan DNDF melalui kebijakan tersebut telah menarik aliran dana masuk sekitar US$8 miliar hingga US$9 miliar.

Baca Juga :  The Fed Diprediksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Ini Dampaknya ke Rupiah, IHSG, Emas dan Investasi

BI menegaskan akan terus berada di pasar untuk merespons volatilitas global. Langkah ini juga mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar bank sentral mengoptimalkan instrumen kebijakannya.

Informasi tersebut disampaikan Destry setelah menghadiri rapat terbatas ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026. (*)

Editor : FANDA YOSEPHTA

Berita Terkait

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat
Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026
Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 20 Oktober 2026, 1 Gram Rp2.613.000
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 20 Oktober 2026: 24 Karat Rp2,191 Juta per Gram
Cara Cetak Emas Fisik di ATM Pegadaian, Saldo Minimal 1,1 Gram dan Lokasinya
IHSG Berpotensi Naik 18,6% Jika Saham HSC Dikeluarkan, Ini Penjelasan BEI
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:30 WIB

IHSG Melejit 5,65% ke 5.278, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Menguat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.995 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan BI Rate 21 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:26 WIB

BI Siapkan Intervensi dan Hedging untuk Jaga Rupiah, Dana Masuk Capai US$9 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.038 per Dolar AS pada 20 Oktober 2026, Investor Menanti Keputusan BI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini di Pegadaian 20 Oktober 2026: Cek Harga 1 Gram dan Buyback

Berita Terbaru