Jakarta-Nasabah Pegadaian kini bisa mencetak saldo Tabungan Emas menjadi emas batangan fisik melalui ATM Emas. Untuk mencetak emas seberat 1 gram, nasabah disarankan menyiapkan saldo sekitar 1,1 gram, belum termasuk biaya cetak.
Layanan ini memudahkan masyarakat yang ingin memiliki emas fisik tanpa harus melalui proses pemesanan konvensional. Namun, nasabah perlu memastikan saldo mencukupi, rekening tetap aktif, serta lokasi ATM Emas tersedia sebelum melakukan transaksi.
Pegadaian memperkenalkan jaringan ATM Emas sebagai bagian dari pengembangan layanan digital yang terhubung dengan aplikasi Tring! by Pegadaian. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi secara mandiri sesuai ketentuan dan pilihan denominasi yang tersedia.
Cara Cetak Emas Fisik Lewat ATM Pegadaian
Untuk menggunakan layanan ini, nasabah perlu mengakses aplikasi resmi Tring! dan masuk ke akun Tabungan Emas. Selanjutnya, pilih menu transaksi pencetakan emas dan tentukan berat emas yang ingin diambil.
Setelah memilih lokasi ATM Emas terdekat, nasabah dapat mendatangi mesin yang tersedia. Pindai kode QR pada layar mesin, konfirmasikan transaksi melalui aplikasi, lalu ikuti petunjuk yang muncul hingga proses pengambilan emas selesai.
Nasabah sebaiknya memastikan aplikasi dapat diakses dan koneksi internet berfungsi dengan baik. Selain itu, periksa biaya pencetakan serta ketersediaan denominasi sebelum mengonfirmasi transaksi.
Berapa Saldo Minimal untuk Cetak Emas?
Sebagai acuan, pencetakan emas dengan denominasi 1 gram membutuhkan saldo sekitar 1,1 gram. Perhitungan tersebut terdiri atas 1 gram emas yang dicetak dan 0,1 gram saldo yang disisakan agar rekening tetap aktif.
Dengan perhitungan serupa, nasabah yang ingin mencetak emas 5 gram sebaiknya menyiapkan saldo sekitar 5,1 gram. Jumlah tersebut belum mencakup biaya cetak atau biaya lain yang mungkin berlaku.
Perlu diperhatikan, angka 1,1 gram merupakan perkiraan berdasarkan ketentuan saldo mengendap dan denominasi pencetakan. Pegadaian belum tentu menerapkan angka tersebut sebagai batas minimum khusus untuk setiap transaksi ATM Emas. Karena itu, periksa ketentuan terbaru melalui aplikasi resmi sebelum bertransaksi.
Lokasi ATM Emas Pegadaian
Ketersediaan ATM Emas masih terbatas sehingga nasabah perlu memeriksa lokasi sebelum berangkat. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam materi sumber, lokasi yang dapat dijadikan acuan meliputi ATM Emas Renon, ATM Emas BRI KC Kelapa Gading, ATM Emas Pegadaian Tower, dan ATM Emas Medan Utama.
Materi tersebut juga menyebut CP Kebayoran Baru, Jakarta, sebagai salah satu lokasi layanan saat perluasan jaringan. Namun, daftar ini bukan jaminan bahwa seluruh mesin masih beroperasi atau menyediakan denominasi yang sama.
Untuk memastikan lokasi dan ketersediaan layanan, nasabah sebaiknya memeriksa menu ATM Emas pada aplikasi Tring! by Pegadaian atau menghubungi kanal resmi Pegadaian.
Perbedaan ATM Emas dan Pencetakan Konvensional
ATM Emas menawarkan kemudahan pengambilan emas fisik setelah transaksi selesai, selama mesin memiliki stok dan denominasi yang dibutuhkan. Sebaliknya, pencetakan melalui layanan konvensional dapat membutuhkan waktu lebih lama karena proses pemesanan, ketersediaan stok, dan antrean.
Meski lebih praktis, ATM Emas tidak selalu menyediakan semua ukuran emas. Oleh sebab itu, nasabah yang membutuhkan berat tertentu perlu memeriksa pilihan yang tersedia terlebih dahulu.
Sebelum bertransaksi, pastikan saldo mencukupi, rekening aktif, dan biaya pencetakan sudah diperhitungkan. Simpan pula bukti transaksi serta tempatkan emas fisik di lokasi yang aman setelah pengambilan.
Layanan ATM Emas menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengubah tabungan emas digital menjadi emas batangan fisik. Dengan memeriksa saldo, biaya, dan lokasi terlebih dahulu, nasabah dapat mempersiapkan transaksi secara lebih tepat.
Catatan: Ketentuan saldo, biaya, lokasi, dan denominasi dapat berubah. Gunakan aplikasi atau kanal resmi Pegadaian untuk memperoleh informasi terbaru. (*)
Editor : Fanda Yosephta








