JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencatat kenaikan signifikan jika saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dikeluarkan dari perhitungan indeks. Kebijakan ini menjadi perhatian pelaku pasar setelah IHSG tertekan tajam di tengah gejolak pasar modal dan sorotan terhadap saham-saham Indonesia.
Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) memperkirakan IHSG secara hipotetis dapat naik 18,6% jika seluruh saham dalam daftar HSC tidak lagi diperhitungkan. Namun, angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan analisis sekuritas, bukan jaminan bahwa IHSG akan benar-benar menguat.
Pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 3,64% ke level 4.996,60. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 4.907 hingga 5.012. Kapitalisasi pasar saham Indonesia tercatat sebesar Rp8.863 triliun.
Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 656 saham melemah, sedangkan 100 saham menguat dan 43 saham stagnan. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai saham-saham dalam daftar HSC menjadi salah satu faktor penekan IHSG. Menurut analisisnya, pengecualian saham tersebut berpotensi menghasilkan gambaran indeks yang berbeda dari kondisi saat ini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya mengumumkan rencana mengeluarkan seluruh saham dalam daftar HSC dari perhitungan IHSG. Saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18% terhadap indeks. Meski demikian, saham terkait tetap tercatat dan dapat diperdagangkan di bursa.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kredibilitas indeks dan mencerminkan pergerakan pasar secara lebih wajar. BEI juga menyiapkan publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1%, termasuk informasi mengenai status afiliasi mereka.
Berdasarkan pengumuman BEI periode 12–13 Oktober 2026, sebanyak 19 saham masuk ke daftar HSC, sedangkan dua saham keluar. Dengan perubahan tersebut, daftar HSC mencakup 83 saham. Investor perlu mencermati perkembangan aturan ini, jadwal penerapannya, serta kondisi fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Catatan: Informasi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, dan analisis masing-masing investor. (*)
Editor : Fanda Yosephta









