SUNGAI PENUH — Akses utama menuju Desa Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, kembali bisa dilalui warga setelah lama terputus akibat proyek perbaikan jalan. Namun jalur yang tersedia jauh dari kata aman. Warga hanya mengandalkan tumpukan papan kayu sebagai trak darurat yang dipasang menutupi badan jalan yang terputus.
Kondisi lintasan itu lebih menyerupai arena jumping para crosser ketimbang jalur penyeberangan. Permukaan kayu tak rata, licin, dan bergoyang ketika dilintasi, memaksa pengendara roda dua menahan napas setiap kali melewati titik tersebut. Sedikit saja goyah, risiko terpeleset atau jatuh terbuka lebar.
Meski begitu, tidak ada pilihan lain bagi warga yang setiap hari harus beraktivitas. Sejumlah pengendara tetap nekat melintas, dengan kecepatan rendah dan penuh kewaspadaan. “Alhamdulillah, setidaknya motor sudah bisa lewat. Tidak perlu lagi memutar jauh,” kata Deko Vlog seorang warga Desa Sungai Abu melalui akun Facebook, sembari mengakui lintasan itu sangat berbahaya.
Warga mendesak pemerintah mempercepat penyelesaian proyek agar jalan kembali normal dan tidak lagi mengancam keselamatan pengguna. Mereka khawatir jalur darurat ini bisa memicu kecelakaan serius jika dibiarkan terlalu lama. (fyo)









