Balik dari Amerika, Kakak Beradik Ini Bangun Motor Listrik Lokal dengan TKDN 75%

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF – Pilihan untuk kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan dan mendapat tawaran pekerjaan di Amerika Serikat menjadi awal perjalanan William Ekaputra Taifan membangun perusahaan motor listrik dari nol.

William yang menyandang gelar PhD dari Amerika Serikat kini menjabat sebagai CEO Savart Motors. Bersama sang adik, Garry Surya Putra Taifan selaku Chief Operating Officer (COO), ia mengembangkan motor listrik dengan teknologi yang dikerjakan secara mandiri di Indonesia.

Salah satu capaian Savart Motors adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produknya yang disebut telah mencapai 75 persen.

Memilih Pulang ke Indonesia

William memutuskan kembali ke Indonesia sekitar 2018. Saat itu, ia sebenarnya memiliki sejumlah pilihan karier di Amerika Serikat, termasuk tawaran dari perusahaan minyak dan gas serta konsultan engineering.

Namun, dorongan keluarga turut memengaruhi keputusannya untuk kembali ke Tanah Air dan mencoba membangun usaha manufaktur.

William mengakui keputusan tersebut memiliki risiko. Ia harus meninggalkan peluang bekerja di Amerika Serikat dan memulai bisnis dari tahap awal di Indonesia.

“Sempat ada beberapa tawaran untuk kerja di perusahaan minyak dan gas di AS. Tapi yang buat kepikiran balik ke sini ya orang tua. Minta balik untuk ke Indonesia waktu itu. Iya gambling juga,” ujar William, Jumat (18/9/2026).

Mulai dari Ruko di Sidoarjo

Setelah kembali ke Indonesia, William bersama tim tidak hanya berfokus pada perdagangan kendaraan listrik. Mereka memilih membangun kemampuan teknologi dan manufaktur sendiri.

Baca Juga :  Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal hingga 25 Persen, Ini Alasannya

Pada tahap awal, Savart merekrut talenta lokal, termasuk lulusan baru dari sejumlah perguruan tinggi teknik seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Pengembangan dilakukan secara bertahap, mulai dari riset teknologi hingga proses manufaktur. Menariknya, kegiatan awal perusahaan tersebut dilakukan dari sebuah ruko berukuran relatif kecil di Sidoarjo.

Menurut William, proses untuk menghasilkan produk awal atau minimum viable product (MVP) membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun.

“Develop-lah ini mulai dari nol waktu itu. Itu dari nol dan benar-benar fokus untuk pengembangan core teknologinya in-house,” kata William.

Pengembangan teknologi kemudian terus dilakukan setelah produk awal berhasil diwujudkan.

Investasi Puluhan Miliar Rupiah

Dalam membangun kemampuan manufaktur sendiri, Savart membutuhkan investasi yang cukup besar.

William menyebut perusahaan telah mengeluarkan modal hingga puluhan miliar rupiah. Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas produksi, membeli mesin, tooling, serta berbagai kebutuhan yang menunjang kegiatan manufaktur.

Perjalanan tersebut juga dijalankan bersama Garry Surya Putra Taifan yang menjadi salah satu founder sekaligus COO Savart Motors.

Keduanya mengembangkan perusahaan secara bertahap dengan membangun kemampuan teknologi dan sumber daya manusia di dalam negeri.

TKDN Motor Listrik Savart Capai 75 Persen

Upaya mengembangkan teknologi dan manufaktur di Indonesia kemudian menghasilkan produk motor listrik dengan tingkat kandungan lokal yang disebut mencapai 75 persen.

Capaian tersebut menunjukkan porsi komponen dalam negeri yang digunakan pada produk Savart cukup besar. Pengembangan teknologi secara internal juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membangun kemampuan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga :  Veda Ega Pratama Finis P8 di FP1 Moto3 Brasil 2026, Sempat Jadi Tercepat

Perjalanan Savart dari sebuah ruko di Sidoarjo hingga membangun fasilitas produksi menjadi gambaran bagaimana perusahaan rintisan di sektor kendaraan listrik mencoba mengembangkan teknologi secara bertahap.

Meski demikian, perjalanan tersebut membutuhkan waktu, investasi, pengembangan sumber daya manusia, serta riset yang berkelanjutan agar kemampuan produksi dapat terus berkembang.

FAQ

Siapa William Ekaputra Taifan?

William Ekaputra Taifan merupakan CEO Savart Motors dan memiliki gelar PhD dari Amerika Serikat. Ia memilih kembali ke Indonesia sekitar 2018 untuk membangun bisnis motor listrik.

Siapa Garry Surya Putra Taifan?

Garry merupakan saudara William dan menjabat sebagai COO Savart Motors. Ia juga terlibat sebagai salah satu founder perusahaan.

Berapa TKDN motor listrik Savart?

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam sumber, TKDN motor listrik Savart telah mencapai 75 persen.

Dari mana Savart Motors memulai bisnisnya?

Savart Motors memulai pengembangan bisnis dan teknologinya dari sebuah ruko di Sidoarjo sebelum berkembang dan membangun fasilitas manufaktur.

Berapa lama pengembangan produk awal Savart?

William menyebut pengembangan hingga mencapai minimum viable product (MVP) membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima tahun.

Berapa investasi yang dikeluarkan Savart Motors?

Perusahaan disebut telah mengeluarkan investasi puluhan miliar rupiah untuk fasilitas, mesin, tooling, dan kebutuhan manufaktur lainnya.

Berita Terkait

5 Motor Listrik Berteknologi Tinggi 2026, Harga Tembus Rp500 Juta
Pajero Sport Masih Jadi Andalan Mitsubishi, Ini Mesin dan Kemampuannya
Yamaha TMAX 560 2027 Makin Gahar, Bawa Mesin 561 cc dan Fitur Touring
7 Pilihan Motor Listrik Retro 2026, Tampil Klasik tapi Tetap Modern
Tyranno X Meluncur di Indonesia, Motor Listrik Rp32,8 Juta dengan Jarak Tempuh 160 Km
Kenalan dengan Honda NS150ES, Motor Matic 149cc Bergaya PCX dan Vario
Honda CBR600RR Diperbarui, Ini Spesifikasi dan Harganya
Yamaha Fuzzy 125 Resmi Meluncur, Skutik Retro dengan Teknologi Hybrid
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 02:00 WIB

Balik dari Amerika, Kakak Beradik Ini Bangun Motor Listrik Lokal dengan TKDN 75%

Sabtu, 19 September 2026 - 23:00 WIB

5 Motor Listrik Berteknologi Tinggi 2026, Harga Tembus Rp500 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 16:00 WIB

Pajero Sport Masih Jadi Andalan Mitsubishi, Ini Mesin dan Kemampuannya

Sabtu, 19 September 2026 - 12:00 WIB

Yamaha TMAX 560 2027 Makin Gahar, Bawa Mesin 561 cc dan Fitur Touring

Sabtu, 19 September 2026 - 10:00 WIB

7 Pilihan Motor Listrik Retro 2026, Tampil Klasik tapi Tetap Modern

Berita Terbaru