BYD Bangun 10.000 Stasiun Flash Charging, Bisa Isi Baterai dalam 9 Menit

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEKNOLOGI – BYD mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di China. Pabrikan otomotif asal China tersebut telah meresmikan stasiun Flash Charging ke-10.000 pada 28 Agustus 2026.

Peresmian berlangsung di salah satu fasilitas utama BYD di Distrik Longhua, Shenzhen. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari ekspansi besar-besaran jaringan pengisian daya cepat BYD di tengah pertumbuhan kendaraan listrik.

BYD menargetkan pembangunan 20.000 stasiun Flash Charging di seluruh China hingga akhir 2026. Dengan pencapaian 10.000 stasiun, perusahaan telah menyelesaikan sekitar separuh dari target tersebut.

BYD Kejar Target 20.000 Stasiun Flash Charging

Program ekspansi jaringan Flash Charging BYD mulai digenjot sejak Maret 2026. Dalam waktu kurang dari enam bulan, jumlah stasiun yang telah dibangun mencapai 10.000 titik.

Rata-rata pembangunan jaringan tersebut berada di kisaran 55 lokasi baru per hari.

Untuk mencapai target 20.000 stasiun hingga 31 Desember 2026, BYD masih perlu mempercepat pembangunan. Dengan mempertimbangkan sisa waktu hingga akhir tahun, perusahaan harus menambah jaringan dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelumnya.

Dari total target tersebut, sekitar 18.000 stasiun direncanakan berada di wilayah perkotaan, sedangkan 2.000 stasiun lainnya ditempatkan di sepanjang jalur jalan raya.

Pembagian tersebut dirancang untuk melayani dua kebutuhan utama pengguna mobil listrik, yakni perjalanan sehari-hari di perkotaan dan perjalanan jarak jauh.

Tak Hanya untuk Mobil BYD

Salah satu fakta menarik dari ekspansi Flash Charging adalah jaringan tersebut tidak hanya digunakan oleh pemilik kendaraan BYD.

BYD menyebut jaringan pengisian dayanya telah memiliki sekitar 1,83 juta pengguna terdaftar. Hampir sepertiga di antaranya merupakan pengguna kendaraan listrik dari merek lain.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jaringan pengisian daya BYD mulai berfungsi sebagai bagian dari infrastruktur kendaraan listrik publik, bukan sekadar fasilitas tambahan untuk konsumen BYD.

Hingga saat ini, jaringan tersebut telah menyalurkan sekitar 210 juta kWh listrik.

Penggunaan oleh kendaraan dari berbagai merek juga dapat membantu memperluas akses pengisian daya bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik, selama kendaraan tersebut kompatibel dengan sistem pengisian yang tersedia.

Jangkauan Flash Charging BYD Capai 325 Kota

Ekspansi BYD tidak hanya terpusat di kota-kota besar China. Jaringan Flash Charging telah diperluas ke sekitar 325 kota dengan kondisi geografis yang beragam.

Jaringan tersebut mencakup wilayah seperti Shuangyashan di Heilongjiang, Kashgar di Xinjiang, Sanya di Hainan, hingga Hulunbuir di Mongolia Dalam.

BYD juga menempatkan perangkat pengisian daya di sejumlah lokasi dengan kondisi lingkungan yang menantang, termasuk kawasan gurun Turpan dan area sekitar Everest Base Camp.

Strategi tersebut menunjukkan ambisi BYD untuk membangun jaringan pengisian daya yang mampu menjangkau pengguna kendaraan listrik di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Apple Kenalkan AI Baru dan Xcode 27 di WWDC 2026, Peluang Besar bagi Developer dan Industri Teknologi

Gandeng Perusahaan Energi dan Teknologi

Untuk mempercepat pembangunan jaringan, BYD tidak bekerja sendirian. Perusahaan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi dan operator infrastruktur.

Salah satu kerja sama dilakukan bersama Sinopec. Melalui kolaborasi tersebut, area stasiun pengisian bahan bakar yang dinilai kurang optimal dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Kerja sama semacam ini berpotensi mempercepat pembangunan jaringan karena perusahaan dapat memanfaatkan lokasi dan infrastruktur yang telah tersedia.

Selain Sinopec, BYD juga disebut bekerja sama dengan perusahaan seperti PetroChina, CNOOC, TELD, dan JD.com.

Model kolaborasi tersebut memungkinkan BYD memperluas jaringan tanpa harus membangun seluruh fasilitas secara mandiri.

Flash Charging BYD Punya Daya hingga 1.500 kW

Selain jumlah stasiun, teknologi pengisian daya yang digunakan juga menjadi perhatian.

Perangkat Flash Charging generasi terbaru BYD memiliki kemampuan daya hingga 1.500 kW. Sistem tersebut menggunakan dua konektor dalam satu unit.

Jika dipadukan dengan kendaraan yang kompatibel dan teknologi baterai yang mendukung, BYD mengklaim pengisian dapat berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan sistem pengisian kendaraan listrik konvensional.

BYD menyebut teknologi tersebut mampu meningkatkan kapasitas baterai dari sekitar 10 persen menjadi 97 persen dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi yang sesuai.

Untuk mencapai sekitar 70 persen, waktu pengisian yang diklaim diperlukan berada di kisaran lima menit.

Meski demikian, kecepatan pengisian aktual dapat berbeda bergantung pada kapasitas baterai, kondisi baterai, temperatur, kemampuan kendaraan menerima daya, serta spesifikasi stasiun pengisian.

Teknologi Pengisian Cepat Jadi Persaingan Baru

Perkembangan Flash Charging BYD menunjukkan bahwa persaingan industri kendaraan listrik tidak hanya terjadi pada desain kendaraan dan kapasitas baterai.

Kecepatan pengisian juga menjadi salah satu aspek yang semakin penting.

Sejumlah perusahaan China lainnya turut mengembangkan teknologi pengisian berdaya tinggi. Persaingan tersebut diarahkan untuk mengurangi salah satu kekhawatiran konsumen kendaraan listrik, yakni lamanya waktu pengisian baterai ketika melakukan perjalanan jauh.

Dengan teknologi pengisian yang semakin cepat, waktu berhenti di stasiun pengisian diharapkan dapat semakin mendekati durasi yang dibutuhkan kendaraan bermesin pembakaran internal untuk mengisi bahan bakar.

Namun, teknologi ultra-fast charging juga membutuhkan dukungan infrastruktur listrik yang memadai, sistem pendinginan, serta baterai yang mampu menerima daya besar secara aman.

BYD Siapkan Ekspansi Flash Charging ke Eropa

Ambisi BYD tidak berhenti di China.

Perusahaan juga memiliki rencana untuk membangun sekitar 3.000 titik Flash Charging di Eropa serta sekitar 3.000 titik lainnya di berbagai pasar internasional.

Jika terealisasi, ekspansi tersebut akan memperluas ekosistem pengisian daya BYD di luar pasar domestiknya.

Langkah tersebut juga memperkuat strategi BYD yang tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi mulai membangun ekosistem pendukung yang mencakup teknologi baterai dan infrastruktur pengisian.

Baca Juga :  BYD M6 DM vs Veloz Hybrid, Mana Lebih Laris? Ini Data Penjualannya

Bagaimana Peluang Flash Charging BYD di Indonesia?

Indonesia menjadi salah satu pasar yang berpotensi mendapatkan teknologi pengisian cepat BYD di masa mendatang.

Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, Luther Pandjaitan, sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan tengah mengarah pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara lebih menyeluruh, termasuk kemungkinan membawa teknologi Flash Charging ke Indonesia.

Menurut Luther, penerapan teknologi tersebut masih membutuhkan kajian dan percobaan karena harus menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur kelistrikan di Indonesia.

BYD Indonesia juga disebut telah memiliki roadmap internal terkait pengembangan ekosistem tersebut, meskipun detail rencana belum disampaikan kepada publik.

Jika teknologi Flash Charging berdaya tinggi nantinya diterapkan di Indonesia, pembangunan infrastrukturnya akan menjadi tantangan tersendiri. Selain lokasi stasiun, diperlukan kapasitas jaringan listrik, perangkat pengisian yang sesuai, standar keselamatan, serta dukungan operasional yang memadai.

Kesimpulan

BYD telah mencapai tonggak penting dengan meresmikan 10.000 stasiun Flash Charging di China dalam waktu kurang dari enam bulan sejak ekspansi besar-besaran dimulai.

Perusahaan masih mengejar target 20.000 stasiun hingga akhir 2026, dengan jaringan yang diarahkan untuk melayani kendaraan BYD maupun kendaraan listrik dari merek lain.

Dengan kemampuan pengisian berdaya hingga 1.500 kW pada teknologi tertentu, BYD berupaya menjadikan waktu pengisian sebagai salah satu keunggulan utama kendaraan listrik.

Di luar China, BYD juga menyiapkan ekspansi jaringan pengisian daya ke Eropa dan pasar internasional. Indonesia pun berpeluang menjadi salah satu negara yang mendapatkan teknologi tersebut, meski realisasinya masih bergantung pada kesiapan infrastruktur dan keputusan perusahaan.

FAQ

1. Berapa jumlah stasiun Flash Charging BYD di China?
BYD telah meresmikan stasiun Flash Charging ke-10.000 pada 28 Agustus 2026.

2. Berapa target stasiun Flash Charging BYD pada akhir 2026?
BYD menargetkan total 20.000 stasiun Flash Charging di China hingga akhir 2026.

3. Apakah Flash Charging BYD hanya untuk mobil BYD?
Tidak. BYD menyebut hampir sepertiga pengguna terdaftar jaringan tersebut bukan pemilik kendaraan BYD.

4. Seberapa cepat teknologi Flash Charging BYD?
BYD mengklaim sistem tertentu berdaya hingga 1.500 kW dapat mengisi kendaraan kompatibel dari sekitar 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit pada kondisi yang sesuai.

5. Apakah Flash Charging BYD akan hadir di Indonesia?
BYD Indonesia telah membuka kemungkinan pengembangan teknologi tersebut di Indonesia. Namun, waktu dan bentuk implementasinya belum diumumkan secara resmi.

6. Mengapa pengisian cepat penting bagi kendaraan listrik?
Pengisian yang lebih cepat dapat mengurangi waktu tunggu pengguna, terutama saat melakukan perjalanan jarak jauh. Namun, teknologi tersebut membutuhkan dukungan baterai dan infrastruktur listrik yang memadai.

Berita Terkait

Honda Giorno+ Buzz Lightyear Limited Edition Cuma 2.000 Unit, Harga Rp40 Jutaan
Mengintip Interior iCAR V27, SUV Boxy dengan Kabin Premium
Samsung Galaxy S26 Ultra vs POCO F8 Ultra: Mana yang Lebih Unggul?
Huawei Watch 6 dan nova 16s Pro Segera Meluncur Global, Ini Bocoran Fiturnya
Yamaha YZF-R2 Terbaru Resmi Hadir, Motor Sport 204 cc Harga Rp40 Jutaan
GTA VI Segera Rilis, Ini Jadwal, Harga di Indonesia, dan Trailer Terbarunya
Huawei Watch D3 Segera Meluncur, Desain Lebih Tipis dan Bisa Ukur Tekanan Darah
Nomor HP Aktif 10 Tahun Bisa Dapat Pembiayaan? Ini Penjelasannya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:06 WIB

Honda Giorno+ Buzz Lightyear Limited Edition Cuma 2.000 Unit, Harga Rp40 Jutaan

Selasa, 1 September 2026 - 15:00 WIB

Mengintip Interior iCAR V27, SUV Boxy dengan Kabin Premium

Selasa, 1 September 2026 - 14:02 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra vs POCO F8 Ultra: Mana yang Lebih Unggul?

Selasa, 1 September 2026 - 12:00 WIB

BYD Bangun 10.000 Stasiun Flash Charging, Bisa Isi Baterai dalam 9 Menit

Selasa, 1 September 2026 - 10:00 WIB

Huawei Watch 6 dan nova 16s Pro Segera Meluncur Global, Ini Bocoran Fiturnya

Berita Terbaru