Suku Bunga The Fed September 2026: Jadwal, Prediksi Keputusan, dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, serta IHSG

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Jadwal suku bunga The Federal Reserve atau The Fed September 2026 menjadi perhatian investor global. Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 15–16 September 2026.

Keputusan tersebut akan menjadi salah satu agenda ekonomi paling penting setelah The Fed mempertahankan suku bunga pada rapat 28–29 Juli 2026. Saat itu, target federal funds rate tetap berada di 3,50%–3,75%. Keputusan tersebut diambil dengan suara 9–3.

Namun, prospek keputusan September masih terbuka. Notulen rapat Juli menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup kuat di antara pejabat The Fed. Tiga anggota bahkan mendukung kenaikan suku bunga pada rapat tersebut.

Kondisi tersebut membuat investor tidak hanya menunggu keputusan suku bunga. Pasar juga akan mencermati data inflasi, tenaga kerja, kondisi ekonomi Amerika Serikat, serta pernyataan pejabat The Fed menjelang rapat September.

Menurut jajak pendapat Reuters pada 17 Agustus, mayoritas ekonom memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada September dan hingga akhir 2026. Namun, perkembangan inflasi tetap menjadi risiko yang dapat mengubah ekspektasi tersebut.

Pasar saat ini juga menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Reuters melaporkan pada 24 Agustus bahwa pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September sekitar 40 persen. Data inflasi AS dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole menjadi perhatian investor.

Jadwal The Fed 2026

Federal Open Market Committee memiliki delapan rapat terjadwal sepanjang 2026. Setelah rapat Juli, masih terdapat tiga rapat FOMC pada tahun ini.

  • 27–28 Januari 2026 — Selesai
  • 17–18 Maret 2026 — Selesai
  • 28–29 April 2026 — Selesai
  • 16–17 Juni 2026 — Selesai
  • 28–29 Juli 2026 — Selesai
  • 15–16 September 2026 — Mendatang
  • 27–28 Oktober 2026 — Mendatang
  • 8–9 Desember 2026 — Mendatang

Dampak Jika The Fed Menahan Suku Bunga

Jika The Fed mempertahankan suku bunga, dampaknya terhadap pasar akan bergantung pada alasan di balik keputusan tersebut. Penahanan karena inflasi masih tinggi dapat memberikan sinyal berbeda dibandingkan penahanan karena ekonomi mulai melemah.

Baca Juga :  Gaji Komisaris Pertamina 2026 Terbaru Capai Ratusan Juta per Bulan, Ini Rincian Honorarium dan Tunjangannya

Bagi pasar Indonesia, keputusan tersebut dapat memengaruhi sentimen terhadap rupiah, IHSG, obligasi, dan harga emas. Investor juga akan memperhatikan perbedaan kebijakan antara The Fed dan Bank Indonesia.

Dampak Jika The Fed Menaikkan Suku Bunga

Kenaikan suku bunga dapat memperkuat daya tarik aset berbasis dolar karena imbal hasil di Amerika Serikat meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Dampaknya terhadap emas juga menjadi perhatian. Kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi dapat meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Sebaliknya, emas dapat memperoleh dukungan jika investor mengantisipasi penurunan suku bunga atau meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Pada 24 Agustus, Reuters melaporkan harga emas naik ke level tertinggi lebih dari tiga bulan.

Apa Artinya bagi Investor Indonesia?

Investor Indonesia perlu melihat keputusan The Fed sebagai salah satu faktor, bukan satu-satunya penentu pergerakan aset. Nilai tukar rupiah juga dipengaruhi kebijakan Bank Indonesia, neraca perdagangan, aliran modal, serta kondisi ekonomi domestik.

Untuk saham, investor sebaiknya memperhatikan sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan pergerakan nilai tukar. Sementara itu, investor obligasi perlu mencermati arah imbal hasil surat utang Amerika Serikat dan Indonesia.

Bagi masyarakat yang memiliki pinjaman dengan bunga mengambang, perubahan suku bunga global juga layak diperhatikan. Namun, bunga produk perbankan Indonesia tidak otomatis berubah dengan besaran yang sama ketika The Fed mengubah kebijakannya.

Kapan Pengumuman Suku Bunga The Fed September 2026?

Rapat FOMC berlangsung pada 15–16 September 2026. Keputusan kebijakan biasanya diumumkan setelah rapat selesai pada hari kedua. Kalender resmi FOMC mencantumkan tanggal rapat serta tautan menuju pernyataan dan notulen.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mencari angka suku bunga. Pernyataan FOMC dan komunikasi pejabat The Fed dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan berikutnya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Lampaui Prediksi

Kesimpulan

15–16 September 2026 menjadi tanggal penting bagi pasar keuangan global. The Fed akan kembali mengevaluasi kondisi ekonomi sebelum menentukan kebijakan suku bunga berikutnya.

Suku bunga terakhir berada pada 3,50%–3,75% setelah keputusan Juli.

Prediksi saat ini masih mengarah pada kemungkinan penahanan suku bunga. Namun, inflasi dan data ekonomi terbaru dapat mengubah ekspektasi pasar sebelum keputusan September.

Bagi investor Indonesia, perkembangan The Fed perlu dipantau bersama rupiah, IHSG, harga emas, obligasi, serta kebijakan Bank Indonesia. Dengan demikian, keputusan investasi tidak hanya bergantung pada satu indikator.

FAQ

Kapan jadwal suku bunga The Fed September 2026?
Rapat FOMC dijadwalkan pada 15–16 September 2026.

Berapa suku bunga The Fed terbaru?
Target federal funds rate berada di 3,50%–3,75% setelah rapat 28–29 Juli 2026.

Apakah The Fed akan menaikkan suku bunga September 2026?
Belum dapat dipastikan. Pasar masih mempertimbangkan data inflasi, tenaga kerja, dan komunikasi pejabat The Fed.

Apa dampak kenaikan The Fed terhadap rupiah?
Kenaikan suku bunga AS dapat meningkatkan daya tarik aset dolar dan berpotensi memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Apa dampak keputusan The Fed terhadap harga emas?
Suku bunga dan imbal hasil obligasi dapat memengaruhi daya tarik emas. Namun, harga emas juga dipengaruhi dolar, risiko geopolitik, dan permintaan safe haven.

Apakah keputusan The Fed memengaruhi IHSG?
Bisa. Perubahan ekspektasi suku bunga AS dapat memengaruhi arus modal dan sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia.

Kapan rapat The Fed terakhir pada 2026?
Rapat terakhir yang terjadwal berlangsung pada 8–9 Desember 2026.

Di mana melihat keputusan resmi The Fed?
Informasi resmi dapat dipantau melalui kalender FOMC Federal Reserve dan publikasi kebijakan yang tersedia di situs resmi Federal Reserve. (*)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Bisnis-27 Ditutup Turun 0,12% Hari Ini, Ini Daftar Saham yang Menguat
10 Game Gratis Terbaru Android Hari Ini 24 Agustus 2026, Wajib Coba!
IHSG Hari Ini 24 Agustus 2026 Menguat ke 6.528, Saham TPIA DSSA dan AMMN Jadi Sorotan
Kurs Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026: Cek Kurs BCA, Mandiri, BRI dan BNI
Harga Buyback Emas Logam Mulia Naik Jadi Rp2,61 Juta per Gram Hari Ini, 24 Agustus 2026
Harga BBM Jambi, Sumbar dan Riau Hari Ini 24 Agustus 2026, Pertamax Turun
Pinjaman Bank Rp200 Juta: Berapa Cicilan per Bulan? Cek Simulasi dan Bunganya
Rapor SPK GIIAS 2026: Toyota 6.175 Unit, BYD hingga Geely Mulai Mengancam
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:02 WIB

Suku Bunga The Fed September 2026: Jadwal, Prediksi Keputusan, dan Dampaknya ke Rupiah, Emas, serta IHSG

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Bisnis-27 Ditutup Turun 0,12% Hari Ini, Ini Daftar Saham yang Menguat

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:02 WIB

10 Game Gratis Terbaru Android Hari Ini 24 Agustus 2026, Wajib Coba!

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:00 WIB

IHSG Hari Ini 24 Agustus 2026 Menguat ke 6.528, Saham TPIA DSSA dan AMMN Jadi Sorotan

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026: Cek Kurs BCA, Mandiri, BRI dan BNI

Berita Terbaru

Hukum

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK

Selasa, 25 Agu 2026 - 04:00 WIB

Ekonomi

BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:00 WIB