JAKARTA – Persaingan pasar otomotif Indonesia semakin ketat setelah GIIAS 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam pilihan konsumen. Toyota masih menjadi merek dengan perolehan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) terbanyak.
Berdasarkan data yang dirilis sejumlah merek, Toyota mengantongi 6.175 SPK selama GIIAS 2026. Pameran otomotif tersebut berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Capaian tersebut memperlihatkan Toyota masih memiliki basis konsumen yang kuat di Indonesia.
Namun, posisi Toyota mulai mendapat tekanan dari merek asal China. BYD berada di posisi kedua dengan perolehan lebih dari 4.000 SPK. Setelah itu, Chery mencatat sekitar 3.500 SPK dan Wuling mengumpulkan 3.290 SPK. Persaingan ini menunjukkan mobil listrik semakin mendapatkan perhatian konsumen.
Mitsubishi Motors berada di posisi kelima dengan 3.212 SPK. Selanjutnya, Geely mencatat 3.033 SPK dan GAC Aion mencapai 2.170 SPK. Jika melihat kelompok merek China secara keseluruhan, akumulasi pemesanannya bahkan telah menembus lebih dari 21.000 SPK.
Menariknya, kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu penggerak utama penjualan. Toyota mencatat kontribusi kendaraan elektrifikasi sekitar 56 persen dari total SPK. Kijang Innova Zenix Hybrid EV menjadi salah satu model dengan permintaan tinggi, bersama Veloz Hybrid EV.
Wuling juga memperlihatkan kuatnya permintaan mobil listrik dengan kontribusi besar dari Air ev. Sementara itu, Mitsubishi mendapatkan dorongan dari New XForce HEV yang mencatat lebih dari 1.000 unit sejak diperkenalkan. Tren tersebut memperlihatkan konsumen mulai mempertimbangkan efisiensi bahan bakar dan teknologi elektrifikasi.
Perubahan tersebut menjadi peluang besar bagi industri mobil listrik dan hybrid di Indonesia. Persaingan harga, biaya kepemilikan, konsumsi energi, garansi baterai, layanan purnajual, serta ketersediaan suku cadang menjadi faktor penting sebelum konsumen membeli kendaraan. Karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan harga mobil, cicilan kredit, biaya servis, konsumsi energi, dan nilai jual kembali.
Dengan hasil GIIAS 2026 tersebut, Toyota masih mempertahankan posisi sebagai merek individual terkuat. Namun, pertumbuhan BYD, Chery, Wuling, Geely, GAC Aion, dan merek China lainnya menunjukkan peta otomotif Indonesia mulai berubah. Konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan mobil listrik, hybrid, SUV, dan kendaraan dengan teknologi terbaru.
Daftar SPK GIIAS 2026:
- Toyota: 6.175 SPK
- BYD: lebih dari 4.000 SPK
- Chery: 3.500 SPK
- Wuling: 3.290 SPK
- Mitsubishi Motors: 3.212 SPK
- Geely: 3.033 SPK
- GAC Aion: 2.170 SPK
- Suzuki: 1.336 SPK
- Isuzu: 1.180 SPK
- Changan: 1.120 SPK
- MG Motor: 1.088 SPK
- Jetour: 1.038 SPK
- DFSK: 625 SPK
- Daihatsu: 591 SPK
- BAIC: 407 SPK
- GWM: lebih dari 350 SPK
FAQ
Siapa pemimpin SPK GIIAS 2026?
Toyota menjadi merek dengan perolehan SPK tertinggi, yaitu 6.175 unit.
Berapa SPK BYD di GIIAS 2026?
BYD mencatat lebih dari 4.000 SPK dan menempati posisi kedua.
Berapa SPK Chery di GIIAS 2026?
Chery mencatat sekitar 3.500 SPK dan berada di posisi ketiga.
Apakah mobil listrik semakin diminati di Indonesia?
Ya. Data SPK GIIAS 2026 menunjukkan kendaraan listrik dan hybrid semakin diminati konsumen.
Mobil hybrid Toyota apa yang banyak dipesan?
Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV menjadi salah satu model elektrifikasi dengan permintaan tinggi.
Apakah mobil China sudah mengalahkan Toyota?
Belum jika dibandingkan berdasarkan merek individual. Toyota masih menjadi pemimpin SPK GIIAS 2026.
Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil listrik?
Konsumen sebaiknya membandingkan harga, cicilan, biaya pengisian, kapasitas baterai, garansi baterai, layanan purnajual, dan nilai jual kembali.
Apakah SPK sama dengan penjualan mobil?
Tidak selalu. SPK merupakan Surat Pemesanan Kendaraan. Pemesanan masih dapat melalui proses administrasi, pembayaran, dan pengiriman sebelum kendaraan diterima konsumen. (*)
Editor : Fanda Yosephta









