BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat terhadap kondisi kering pada Agustus 2026. Kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang semakin meluas serta pengaruh El Niño yang sangat kuat.

BMKG mencatat 535 Zona Musim atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Pada Dasarian I Agustus, sekitar 90,79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah.

Lalu bagaimana kondisi Jambi, Sumatera Barat, dan Riau? Ketiga provinsi tersebut tidak tercantum dalam daftar wilayah kategori Awas yang disampaikan BMKG untuk peringatan kekeringan meteorologis Dasarian II Agustus. Karena itu, masyarakat tidak perlu menyimpulkan bahwa seluruh wilayah ketiganya berada dalam kondisi kekeringan ekstrem.

Baca Juga :  Kadis PU-PR dan Perindag Mengundurkan Diri

Meski demikian, kondisi kemarau tetap perlu diwaspadai, terutama karena BMKG memperkirakan puncak kemarau berlangsung pada Agustus hingga September. BMKG juga menyoroti risiko karhutla yang tinggi di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Riau dan Jambi.

Untuk Jambi, kondisi cuaca antardaerah dapat berbeda. Data prakiraan BMKG menunjukkan sejumlah wilayah Jambi masih berpotensi mengalami hujan, sementara wilayah lainnya dapat mengalami cuaca cerah atau berawan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemarau tidak berarti seluruh wilayah Jambi selalu tanpa hujan.

Sementara itu, Sumatera Barat juga tidak masuk daftar kategori Awas dalam peringatan kekeringan yang menjadi perhatian pada periode tersebut. Kondisi hujan tetap dapat berbeda berdasarkan wilayah, sehingga masyarakat sebaiknya mengikuti informasi BMKG setempat sebelum mengambil kesimpulan mengenai kekeringan.

Baca Juga :  Daftar Khatib dan Imam Salat Idul Fitri 2026 di Sungai Penuh, Digelar Pukul 07.00 WIB

Riau perlu mendapat perhatian khusus karena BMKG memasukkannya bersama Jambi dalam wilayah Sumatra yang menghadapi risiko karhutla tinggi menjelang puncak kemarau. Kondisi kering dan panjangnya periode tanpa hujan dapat meningkatkan potensi kebakaran lahan.

BMKG sebelumnya memprakirakan Agustus 2026 didominasi curah hujan rendah. Secara nasional, 84,29 persen wilayah diprediksi berada pada kategori hujan rendah, sehingga masyarakat Jambi, Sumbar, dan Riau tetap perlu menghemat air serta mewaspadai  kebakaran lahan. (Tim)

Editor : Fanda Yosephta

Berita Terkait

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag
Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi
Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak
Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN
4 Anak Michael Hartono Terima Warisan Rp52,3 Triliun per Orang
Kemenag Usul Rp9,6 Triliun untuk Guru Agama pada 2027, Ini Rinciannya
Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026, Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa
Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp820,9 Triliun, Ini Rincian PIP, KIP Kuliah dan Tunjangan Guru
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:02 WIB

BMKG Ungkap Kondisi Kekeringan Agustus 2026, Bagaimana Jambi, Sumbar dan Riau?

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:33 WIB

Teks Doa Upacara HUT ke-81 RI 17 Agustus 2026, Resmi Kemendikdasmen dan Kemenag

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Gempa M7,7 NTT: 38 Orang Meninggal, Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Tsunami Terdeteksi hingga 0,94 Meter, Pemerintah Bergerak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Dana Transfer Daerah 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Dampaknya ke APBD dan Gaji ASN

Berita Terbaru