Jakarta-Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi perhatian investor pada Rabu, 19 Agustus 2026. Berdasarkan tangkapan layar Trading Economics yang Anda kirim, Bitcoin berada di level US$64.284 dan turun 0,62 persen. Data pasar lain juga menunjukkan BTC bergerak di kisaran US$64.000–US$65.000 pada perdagangan hari ini.
Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar menunggu rilis FOMC Minutes dari pertemuan Federal Reserve pada 28–29 Juli 2026. Perlu diluruskan, agenda hari ini bukan keputusan suku bunga baru. The Fed dijadwalkan merilis risalah rapat tersebut pada 19 Agustus.
Pada pertemuan Juli, The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen. Keputusan tersebut diambil dengan suara 9-3. Tiga pejabat Fed memilih kenaikan suku bunga 25 basis poin.
Kondisi itu menjadi perhatian pasar Bitcoin karena kebijakan moneter ketat biasanya menekan aset berisiko. Sebaliknya, peluang pelonggaran kebijakan dapat meningkatkan minat terhadap aset seperti saham dan cryptocurrency. Karena itu, isi risalah FOMC bisa memicu volatilitas BTC dalam beberapa jam setelah publikasi.
Sinyal pasar saat ini belum sepenuhnya bearish. Ekspektasi kenaikan suku bunga September justru menurun setelah sejumlah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. CME FedWatch yang dikutip KuCoin menunjukkan peluang kenaikan 25 basis poin turun menjadi sekitar 30,6 persen pada 17 Agustus.
Namun, investor Bitcoin tetap menghadapi risiko jika risalah FOMC menunjukkan sikap hawkish. Pasar akan mencermati pandangan pejabat Fed mengenai inflasi, pasar tenaga kerja, suku bunga dan kondisi keuangan. Jika nada risalah lebih agresif, dolar AS dan imbal hasil obligasi berpotensi naik. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap BTC.
Sebaliknya, apabila risalah menunjukkan mayoritas pejabat Fed masih berhati-hati, Bitcoin berpeluang mendapatkan sentimen positif. Reuters juga melaporkan mayoritas ekonom memperkirakan suku bunga Fed tetap berada di kisaran 3,50–3,75 persen hingga akhir 2026.
Jadi, Bitcoin hari ini cenderung bergerak melemah, tetapi belum bisa disebut sebagai sinyal penurunan besar. Level US$64.000 menjadi area penting untuk diperhatikan. Jika BTC mampu bertahan dan kembali menembus US$65.000, sentimen dapat membaik. Sebaliknya, tekanan jual yang semakin kuat dapat membuka ruang menuju level lebih rendah. Investor sebaiknya menunggu respons pasar setelah FOMC Minutes sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ Harga Bitcoin Setelah FOMC
1. Berapa harga Bitcoin hari ini?
Berdasarkan data pada tangkapan layar, Bitcoin berada di sekitar US$64.284, turun 0,62 persen. Data pasar lain pada 19 Agustus juga menunjukkan BTC berada di sekitar US$64.000–US$65.000.
2. Apakah harga Bitcoin naik atau turun setelah FOMC?
Untuk perdagangan yang terlihat pada data tersebut, Bitcoin sedang turun 0,62 persen. Pergerakan berikutnya masih bergantung pada respons pasar terhadap FOMC Minutes.
3. Apakah Fed menaikkan suku bunga hari ini?
Tidak. Pada 19 Agustus, yang dirilis adalah risalah FOMC dari rapat Juli. Keputusan terakhir mempertahankan suku bunga di 3,50–3,75 persen.
4. Kapan FOMC Minutes dirilis?
Risalah rapat Federal Reserve dijadwalkan keluar pada 19 Agustus 2026 pukul 14.00 ET.
5. Apa dampak FOMC terhadap Bitcoin?
Nada hawkish dapat menekan Bitcoin karena investor berpotensi mengurangi aset berisiko. Nada dovish dapat mendukung Bitcoin melalui peningkatan ekspektasi likuiditas.
6. Apakah Bitcoin bisa kembali naik ke US$65.000?
Peluang tersebut tetap terbuka jika tekanan jual mereda dan sentimen makro membaik. Namun, pergerakan BTC sangat volatil sehingga level tersebut bukan jaminan kenaikan.
7. Apakah sekarang waktu yang tepat membeli Bitcoin?
Keputusan membeli Bitcoin harus disesuaikan dengan profil risiko dan strategi masing-masing investor. Jangan menggunakan dana kebutuhan harian untuk aset yang memiliki volatilitas tinggi.
Catatan: Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual aset kripto. (Tim)
Editor : Fanda Yosephta









